Pasokan Melimpah, Harga Telur Ayam di Tingkat Peternak Anjlok

Jumat, 22 Mei 2026 | 14:25:43 WIB
Telur ayam

JAKARTA - Situasi pelik tengah melanda para peternak ayam petelur di sejumlah wilayah di Indonesia.

Nilai jual telur ayam di tingkat produsen saat ini merosot tajam hingga berada di kisaran Rp 20.000 per kilogram.

Di sisi lain, harga komoditas telur yang dijual kepada konsumen di pasar tradisional masih berkisar antara Rp 26.000 hingga Rp 27.000 per kg.

Anjloknya harga ini dipicu oleh ketersediaan stok yang sangat melimpah di pasar yang tidak diimbangi dengan daya beli masyarakat yang kuat.

Selain itu, rendahnya tingkat penyerapan pasar juga menyebabkan tumpukan persediaan telur menjadi semakin banyak.

Tingkat produksi telur ayam yang meningkat pesat tercatat belum sebanding dengan jumlah permintaan pasar yang ada.

Ketua Asosiasi Peternak Layer Nasional (PLN) Ki Musbar Mesdi memaparkan bahwa merosotnya harga telur ayam ras ini disebabkan oleh lonjakan populasi ayam petelur yang sangat signifikan.

"Over supply karena populasi naik 20 persen dan stok telur menumpuk di farm akibat turunnya serapan masyarakat karena kemampuan daya beli turun," ujar Musbar saat dihubungi, Kamis (21/5/2026).

"Harga telur memang sudah terpuruk selama sebulanan di bawah harga pokok produksi terutama di Kabupaten Blitar dan sekitarnya di Propinsi Jawa Timur yang merupakan sentra peternak layer terbesar di Indonesia," tambahnya.

Menurut penjelasan Musbar, harga jual telur di tingkat peternak sekarang sudah jatuh di bawah standar harga yang telah ditetapkan pemerintah melalui Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 06 Tahun 2024.

Menanggapi situasi ini, Kementerian Pertanian (Kementan) menegaskan komitmennya untuk melindungi nasib para peternak yang sedang menghadapi tekanan akibat penurunan harga tersebut.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Agung Suganda, menyatakan bahwa lembaganya siap mengawal stabilitas harga telur demi menjaga keberlangsungan usaha peternakan rakyat.

"Arahan Bapak Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman sangat jelas, negara harus hadir menjaga peternak rakyat agar tetap mampu berusaha dan berkembang,” ujar Agung dalam keterangan resminya.

Agung menyampaikan bahwa pihaknya sangat memahami beban berat yang harus ditanggung para peternak lantaran jatuhnya harga telur di tingkat produsen.

Oleh sebab itu, Kementan akan memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, asosiasi peternak, kementerian terkait, hingga pelaku usaha guna mengatur kelancaran pasokan serta permintaan pasar.

“Langkah ini penting agar harga di tingkat peternak dapat kembali bergerak lebih stabil,” katanya,” kata Agung.

Agung menegaskan bahwa kapasitas produksi telur domestik sangat kuat untuk menopang kedaulatan pangan nasional.

Komoditas telur sendiri diakui sebagai salah satu produk pangan yang berhasil mencapai swasembada, bahkan sudah mampu diekspor ke luar negeri.

Pihak pemerintah sangat menyadari peran penting dari para peternak telur ini, sehingga perlindungan bagi mereka harus direalisasikan melalui pembenahan sektor perdagangan dan logistik.

“Yang perlu diperkuat adalah tata niaga, distribusi, dan hilirisasi agar manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih merata oleh peternak rakyat Buruh,” tutur Agung.

Terkini