JAKARTA – Vietnam-India perkuat rantai pasok industri alas kaki melalui pameran internasional guna meningkatkan daya saing global kedua negara di sektor manufaktur.
Kolaborasi dua negara ini difokuskan pada integrasi nilai produksi yang lebih mendalam pada sektor kulit dan sepatu. Langkah strategis tersebut diambil untuk merespons dinamika pasar global yang menuntut efisiensi distribusi.
"Partisipasi dalam pameran internasional di India membantu bisnis Vietnam mengakses sumber bahan mentah yang melimpah dan teknologi canggih," ujar Nguyen Duc Thuan, sebagaimana dilangsir dari berbagai sumber, Selasa (20/4/2026).
Nguyen Duc Thuan berpendapat, bahwa sinergi antara produsen Vietnam dan pemasok India akan menciptakan ekosistem industri yang lebih tangguh terhadap fluktuasi ekonomi dunia.
Agenda pertemuan dalam pameran di Chennai ini memfasilitasi dialog langsung antara para pemangku kepentingan utama. Sektor manufaktur kedua negara memandang pameran ini sebagai momentum krusial untuk ekspansi.
Kedua pihak sepakat untuk saling berbagi informasi mengenai standar kualitas produk internasional. Hal ini bertujuan agar barang yang dihasilkan mampu menembus pasar Eropa dan Amerika Serikat dengan lebih mudah.
Investasi pada teknologi pengolahan kulit menjadi poin penting dalam diskusi bilateral tersebut. Optimalisasi mesin produksi diharapkan mampu menekan biaya operasional hingga 15 persen.
Pemerintah kedua negara berkomitmen memberikan kemudahan regulasi bagi para pelaku usaha yang terlibat dalam rantai pasok ini. Peningkatan volume perdagangan diprediksi akan terlihat signifikan pada akhir kuartal 4 tahun 2026.