Semeru Erupsi Lagi Pagi Ini, Tinggi Kolom Abu Capai 1.000 Meter

Semeru Erupsi Lagi Pagi Ini, Tinggi Kolom Abu Capai 1.000 Meter
Gunung Semeru erupsi dengan tinggi letusan mencapai 1.000 meter di atas puncak (FOTO: NET)

LUMAJANG - Gunung Semeru yang berada di wilayah perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, dikabarkan kembali meletus dengan ketinggian kolom abu mencapai 1.000 meter dari atas puncak pada Jumat pagi.

"Terjadi erupsi Gunung Semeru pada pukul 06.44 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 1.000 meter di atas puncak atau 4.676 meter di atas permukaan laut (mdpl)," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang.

Dari hasil pengamatan, kolom abu vulkanik terlihat berwarna putih hingga abu-abu dengan intensitas ketebalan sedang yang mengarah ke timur laut, dan saat laporan tersebut dibuat, aktivitas vulkanik terpantau masih berlangsung.

Gunung paling tinggi di Pulau Jawa ini kembali memperlihatkan aktivitas letusan susulan pada pukul 07.55 WIB, tetapi visual erupsinya tidak dapat terlihat secara langsung karena tertutup oleh kabut yang tebal.

"Saat laporan tersebut dibuat, erupsi Gunung Semeru masih berlangsung," katanya.

Liswanto menjelaskan bahwa status Gunung Semeru saat ini masih berada pada Level III (Siaga), sehingga Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberikan sejumlah rekomendasi keselamatan, yaitu masyarakat dilarang melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 kilometer dari puncak yang merupakan pusat erupsi.

Di luar area tersebut, ia juga meminta masyarakat untuk tidak beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena wilayah tersebut rawan terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak gunung.

"Masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar)," ujarnya.

Ia juga mengimbau warga setempat untuk selalu waspada terhadap potensi awan panas, guguran lava, serta banjir lahar dingin di sepanjang aliran sungai yang jalurnya berhulu langsung di puncak Gunung Semeru.

"Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan," ujarnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index