3 Manfaat Asuransi Penyakit Kritis hingga Tips Memilihnya

Jumat, 07 Februari 2025 | 12:32:47 WIB
Manfaat Asuransi Penyakit Kritis

Manfaat asuransi penyakit kritis sangat penting untuk dipahami oleh mereka yang berencana membeli produk asuransi kesehatan.

Asuransi penyakit kritis merupakan jenis asuransi yang memberikan perlindungan terhadap biaya perawatan medis yang terkait dengan penyakit serius. Produk ini bertujuan untuk mengantisipasi risiko kesehatan yang dapat terjadi di masa depan.

Dalam produk asuransi ini, beberapa perusahaan menawarkan perlindungan sejak tahap awal penyakit, sementara yang lainnya baru memberikan manfaat pada tahap menengah atau akhir.

Penyakit kritis sendiri dibagi menjadi tiga tahap: awal, menengah, dan akhir. Oleh karena itu, jika kamu ingin mengurangi dampak finansial akibat penyakit kritis di masa depan, sebaiknya segera pertimbangkan untuk mendaftar pada asuransi penyakit kritis. 

Dengan demikian, manfaat asuransi penyakit kritis akan sangat membantu dalam menghadapi kondisi kesehatan yang tak terduga.

Apa Itu Asuransi Penyakit Kritis?

Sebagai informasi, asuransi penyakit kritis merupakan produk tambahan atau rider dalam asuransi, yang berarti untuk mendapatkan manfaat ini, kamu harus terlebih dahulu memiliki asuransi kesehatan. 

Setelah itu, kamu dapat menambahkan perlindungan terhadap penyakit kritis sebagai fitur tambahan.

Seperti yang tercermin dari namanya, produk ini memberikan perlindungan terhadap berbagai jenis penyakit kritis. Penyakit kritis yang dimaksud adalah kondisi medis yang memerlukan penanganan segera dan pengobatan jangka panjang. 

Biasanya, penyakit-penyakit ini memiliki dampak yang dapat mengancam jiwa. Berikut adalah beberapa contoh penyakit kritis yang umumnya dilindungi:

  • Stroke
  • Diabetes
  • Kanker
  • Jantung
  • Gagal ginjal
  • Gangguan saraf akut
  • HIV/AIDS
  • Hepatitis
  • Meningitis

Siapa yang Membutuhkan Asuransi Penyakit Kritis?

Perawatan untuk penyakit kritis memang memerlukan biaya yang sangat besar. Oleh karena itu, mengandalkan limit tahunan dari polis asuransi kesehatan saja mungkin tidak cukup untuk menutupi seluruh biaya perawatan penyakit kritis. 

Jika kamu memiliki risiko terhadap penyakit kritis dan memiliki anggaran lebih, sangat disarankan untuk menambah perlindungan dengan asuransi penyakit kritis.

Lalu, siapa saja yang sebaiknya mempertimbangkan untuk memiliki asuransi penyakit kritis? Berikut adalah beberapa kriteria yang perlu diperhatikan:

1. Memiliki riwayat penyakit kritis dalam keluarga

Menurut Prof. Dr. Aru W. Sudoyo, SpPD, KHOM, FACP, ketua Yayasan Kanker Indonesia, sekitar 8-10% kasus kanker dipengaruhi oleh faktor genetik. 

Oleh karena itu, bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit kritis dalam keluarga, memiliki asuransi penyakit kritis sangat penting.

2. Nasabah yang merupakan pencari nafkah utama dalam keluarga

Salah satu manfaat utama dari asuransi penyakit kritis adalah memberikan santunan tunai jika terdiagnosis penyakit kritis. 

Mengingat betapa pentingnya peran pencari nafkah utama dalam keluarga, risiko terkena penyakit kritis dapat mempengaruhi keuangan keluarga. Di sinilah asuransi penyakit kritis menjadi solusi finansial yang sangat dibutuhkan.

3. Berusia 40 tahun ke atas

Semakin bertambah usia, semakin tinggi pula risiko terkena penyakit kritis. Oleh karena itu, penting bagi mereka yang berusia 40 tahun ke atas untuk memiliki perlindungan asuransi. 

Jika kamu belum memiliki asuransi kesehatan, sebaiknya utamakan asuransi kesehatan terlebih dahulu, kemudian tambahkan asuransi penyakit kritis, karena cakupan penyakit dalam asuransi kesehatan lebih luas dibandingkan dengan asuransi penyakit kritis.

Jenis-jenis Penyakit Kritis

Perlu diingat bahwa tidak semua jenis penyakit kritis akan ditanggung oleh perusahaan asuransi, oleh karena itu sangat penting untuk memeriksa dengan teliti jenis penyakit yang dijamin dalam polis sebelum membeli produk asuransi tersebut.

Penyakit kritis adalah kondisi medis yang memiliki risiko kematian tinggi atau mengancam jiwa. Penyakit ini biasanya memerlukan tindakan medis lebih lanjut dan proses pemulihan yang panjang.

Berikut adalah beberapa contoh penyakit kritis yang umumnya ditanggung oleh asuransi penyakit kritis terbaik:

1. Stroke

Stroke terjadi ketika pasokan darah ke otak terganggu, baik karena penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah. 

Hal ini menyebabkan otak kekurangan oksigen dan nutrisi, yang dapat merusak fungsi organ tubuh lainnya. Stroke merupakan kondisi kritis yang memerlukan penanganan medis segera.

2. Kanker

Kanker adalah penyakit kronis yang merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia, termasuk di Indonesia. 

Pengobatan kanker, seperti kemoterapi, bisa sangat mahal. Di RS Dharmais Jakarta, biaya kemoterapi kanker bisa mencapai Rp7 juta per sesi, dan perawatan ini harus dilakukan secara berkala.

3. Penyakit Jantung

Penyakit jantung meliputi berbagai gangguan, seperti gangguan irama, pembuluh darah, dan katup jantung. Pengobatan untuk penyakit jantung, seperti pemasangan ring jantung, dapat menghabiskan biaya yang sangat besar, bahkan mencapai Rp200 juta per ring.

Dengan memiliki asuransi penyakit kritis, biaya pengobatan ini dapat ditanggung oleh perusahaan asuransi.

4. Diabetes

Diabetes adalah penyakit metabolik kronis yang terjadi akibat berkurangnya efektivitas insulin dalam tubuh. Penderita diabetes sering kali mengalami kesulitan dalam penyembuhan luka, yang dapat berisiko menyebabkan amputasi. 

Pengobatan dan perawatan bagi penderita diabetes, terutama yang mengalami komplikasi, memerlukan biaya yang sangat tinggi.

5. Penyakit Kritis Lainnya

Selain empat penyakit yang telah disebutkan, masih ada berbagai jenis penyakit kronis lainnya yang juga dapat termasuk dalam kategori penyakit kritis. Penyakit-penyakit ini memerlukan perawatan medis intensif dan biaya pengobatan yang tidak sedikit.

  • Pembedahan arteri koronaria
  • Transplantasi organ penting
  • Kehilangan kemampuan bicara
  • Koma
  • Penyakit Parkinson
  • Penyakit Alzheimer’s
  • Penyakit paru kronik
  • Multiple sclerosis
  • Anemia Aplastik
  • Kolitis Ulseratif
  • Ensefalitis
  • Penyakit Hati Kronik
  • HIV Yang Didapatkan Melalui Transfusi Darah
  • Distrofi Muskular
  • Serangan jantung
  • Kelumpuhan (paralysis)
  • Lupus Eritematosus Sistemik (SLE = Systemic Lupus Erythematosus)
  • Stroke
  • Luka bakar
  • Angioplasti
  • Hepatitis Viral Fulminan
  • Poliomyelitis
  • Gagal ginjal
  • Kelainan Pembuluh Darah Koroner Yang Serius
  • Disabling Primary Pulmonary Hypertension
  • Trauma Kepala Serius
  • Operasi pembuluh darah aorta
  • Operasi katup jantung
  • Penyakit Crohn
  • Meningitis Bakterial
  • Ketulian
  • Motor neuron disease
  • Tumor jinak otak

Meskipun banyak asuransi penyakit kritis yang menanggung risiko-risiko seperti yang telah disebutkan, sebagian besar perusahaan asuransi tidak menerima kondisi yang sudah ada sebelumnya (pre-existing condition). 

Ini berarti jika seseorang mendaftar untuk asuransi penyakit kritis setelah terdiagnosis dengan penyakit seperti kanker, pengajuan tersebut kemungkinan besar akan ditolak.

Oleh karena itu, sangat disarankan untuk memiliki asuransi penyakit kritis sejak dini, terutama jika Anda masih dalam kondisi sehat dan memiliki riwayat keluarga dengan penyakit kritis.

Cara Kerja Asuransi Penyakit Kritis

Asuransi penyakit kritis adalah produk yang memberikan santunan tunai ketika nasabah terdiagnosis dengan penyakit kritis seperti stroke, kanker, diabetes, penyakit jantung, dan kondisi serius lainnya.

Cara kerjanya mirip dengan asuransi jiwa, di mana nasabah akan menerima sejumlah Uang Pertanggungan (UP) sesuai kesepakatan dalam polis jika terdiagnosis dengan salah satu penyakit kritis yang dijamin.

Polis asuransi penyakit kritis umumnya ditawarkan sebagai manfaat tambahan dalam asuransi kesehatan atau jiwa. 

Namun, beberapa perusahaan asuransi juga menyediakan polis mandiri atau asuransi penyakit kritis murni, yang fokus hanya pada perlindungan penyakit kritis tanpa perlu memiliki polis asuransi lainnya terlebih dahulu.

Manfaat Asuransi Penyakit Kritis

Manfaat asuransi penyakit kritis sangat penting untuk memberikan perlindungan finansial saat menghadapi kondisi kesehatan yang serius. 

Dengan memiliki asuransi ini, kamu bisa fokus pada pemulihan tanpa khawatir soal biaya pengobatan. Berikut ini beberapa manfaatnya.

1. Uang Pertanggungan saat Mengalami Penyakit Kritis

Produk asuransi penyakit kritis memberikan santunan kepada nasabah yang telah didiagnosis dengan salah satu kondisi kritis yang tercantum dalam polis. 

Berbeda dengan asuransi kesehatan yang baru memberikan manfaat setelah pasien menjalani rawat inap atau rawat jalan, asuransi penyakit kritis memberikan santunan hanya dengan surat keterangan dari dokter, yang langsung diproses begitu kondisi tersebut terkonfirmasi.

2. Santunan untuk Biaya Kehidupan Sehari-hari

Asuransi kesehatan umumnya menanggung biaya pengobatan seperti rawat inap atau tindakan medis lainnya. 

Namun, asuransi penyakit kritis memberikan santunan berupa dana untuk membantu menutupi biaya hidup sehari-hari, terutama ketika nasabah tidak bisa bekerja akibat kondisi tersebut. 

Selain itu, ada pula produk asuransi penyakit kritis murni yang tidak hanya memberikan dana untuk biaya hidup, tetapi juga mencakup biaya pengobatan dan layanan medis lainnya.

3. Manfaat Meninggal Dunia

Sebagian besar produk asuransi penyakit kritis juga mencakup manfaat meninggal dunia, yang memberikan uang pertanggungan kepada keluarga atau ahli waris jika nasabah meninggal dunia akibat penyakit kritis. 

Manfaat ini sangat membantu keluarga yang ditinggalkan, agar mereka tetap dapat memenuhi kebutuhan hidup meskipun tulang punggung keluarga telah tiada.

Ciri-ciri Asuransi Penyakit Kritis

Asuransi penyakit kritis memiliki beberapa ciri khas yang membedakannya dengan asuransi kesehatan. Secara umum, asuransi tambahan penyakit kritis memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Memberikan santunan berupa uang tunai saat nasabah didiagnosis mengidap salah satu penyakit kritis.
  • Santunan diberikan dalam bentuk pembayaran sekaligus (lump sum).
  • Berfungsi sebagai rider atau manfaat tambahan, bukan sebagai asuransi utama.

Tips Memilih Asuransi Penyakit Kritis

Dengan banyaknya pilihan produk asuransi penyakit kritis, kamu mungkin merasa bingung dalam menentukan pilihan. Agar tidak salah memilih, berikut beberapa tips yang perlu diperhatikan:

1. Pilih yang Memiliki Cakupan Perlindungan Luas

Tidak semua perusahaan asuransi menawarkan perlindungan untuk semua jenis kondisi kritis, dan setiap perusahaan memiliki kebijakan yang berbeda. 

Oleh karena itu, penting untuk memilih asuransi yang memberikan cakupan perlindungan yang luas, dengan manfaat yang mencakup banyak jenis penyakit kritis. Semakin banyak jenis penyakit yang ditanggung, semakin baik.

2. Sesuaikan dengan Kebutuhan

Perhatikan kebutuhanmu terhadap asuransi tersebut. Kenali kondisi kesehatanmu dan riwayat genetik keluarga. Buat daftar kondisi kritis yang mungkin diturunkan oleh orang tua, dan pertimbangkan juga kondisi keuanganmu. 

Jangan memaksakan diri untuk memilih produk asuransi dengan premi yang terlalu besar jika kamu tidak mampu membayarnya.

3. Pilih yang Memiliki Proses Klaim yang Mudah

Penting untuk memilih produk asuransi yang menawarkan layanan klaim yang mudah dan praktis. 

Pastikan kamu memahami prosedur klaim sejak awal, sehingga jika tiba-tiba terdiagnosis penyakit kritis, kamu dapat mengajukan klaim dengan cepat dan memperoleh pencairan dana tanpa kesulitan.

4. Perhatikan Kredibilitas Perusahaan Asuransi

Jangan lupa untuk memperhatikan reputasi perusahaan asuransi yang akan kamu pilih. Pastikan perusahaan tersebut terpercaya dan terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kamu bisa memverifikasi informasi ini langsung melalui situs resmi OJK.

Sebagai penutup, dengan memahami manfaat asuransi penyakit kritis, kamu bisa lebih siap menghadapi risiko kesehatan yang tak terduga dan menjaga keuangan tetap aman.

Terkini