JAKARTA - Keberhasilan sektor hulu migas kembali ditunjukkan PetroChina International Jabung Ltd. (PCJL) melalui capaian positif dari pengeboran Sumur NEB-85ST.
Sumur pengembangan ini mencatatkan produksi awal gas dan kondensat yang melampaui target yang ditetapkan dalam Work Program & Budget (WP&B) 2026. Capaian tersebut menjadi sinyal kuat kontribusi PetroChina Jabung dalam mendukung target produksi migas nasional.
Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menyampaikan bahwa pengeboran Sumur NEB-85ST telah selesai dan dilanjutkan dengan uji produksi awal (well test) pada 22 Februari 2026. Hasil pengujian menunjukkan performa sumur yang berada di atas ekspektasi awal, baik dari sisi laju alir gas maupun kondensat.
Hasil Well Test Melebihi Target WP&B 2026
Berdasarkan hasil well test, Sumur NEB-85ST menunjukkan kemampuan produksi yang signifikan. Pada bukaan choke 56/64 inci, sumur tersebut mampu mengalirkan gas sebesar 3 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) dan kondensat sebesar 103 barel per hari (BCPD).
Angka tersebut jauh melampaui target awal WP&B 2026 yang mematok produksi gas hanya sebesar 1,1 MMSCFD dan kondensat 38,5 BCPD. Dengan capaian ini, produksi gas tercatat hampir tiga kali lipat dari target, sementara produksi kondensat juga mendekati tiga kali lipat dari rencana awal.
“Kegiatan well test dan analisis telah diselesaikan, dengan hasil pada bukaan choke 56/64 laju alir gas sebesar 3 MMSCFD dan kondensat sebesar 103 BCPD, melampaui target awal produksi WP&B gas sebesar 1,1 MMSCFD dan kondensat 38,5 BCPD,” ujar Djoko.
Tiga Target Reservoir pada Interval LTAF
Secara teknis, Sumur NEB-85ST memiliki tiga target reservoir yang telah dievaluasi melalui analisis open hole. Target utama berada pada interval LTAF-B di kedalaman 5.907–5.927 ft measured depth (MD).
Selain itu, dua target lainnya berada pada interval LTAF-D, masing-masing pada kedalaman 5.975–5.995 ft MD dan 6.003–6.023 ft MD. Keberhasilan menembus ketiga target reservoir tersebut menjadi faktor utama yang mendorong tingginya hasil produksi awal sumur.
Evaluasi reservoir menunjukkan potensi aliran gas dan kondensat yang stabil, sehingga Sumur NEB-85ST diproyeksikan memberikan kontribusi signifikan terhadap produksi Blok Jabung ke depan.
Operasi Aman Tanpa Insiden dan Efisiensi Biaya
Dari sisi operasional, pengeboran Sumur NEB-85ST berjalan dengan aman dan lancar. Tidak ada kecelakaan kerja maupun insiden yang tercatat selama proses pengeboran hingga uji produksi awal, atau zero incident. Capaian ini menegaskan komitmen PetroChina Jabung sebagai kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) dalam menjaga aspek keselamatan kerja.
Selain aspek keselamatan, efisiensi biaya juga menjadi catatan positif. Realisasi biaya pengeboran Sumur NEB-85ST tercatat sekitar US$4,2 juta, atau setara 76% dari total anggaran sebesar US$5,5 juta sesuai authorization for expenditure (AFE) yang telah disetujui SKK Migas.
Efisiensi tersebut menunjukkan pengelolaan proyek yang efektif sekaligus mendukung upaya optimalisasi biaya di sektor hulu migas nasional.
Rencana Sumur Lanjutan Dukung Target Lifting Nasional
Sebagai tindak lanjut dari keberhasilan Sumur NEB-85ST, PetroChina Jabung berencana melanjutkan pengeboran satu sumur pengembangan berikutnya, yakni Sumur Gemah-85. Pengeboran sumur tersebut ditargetkan dapat diselesaikan dalam waktu tiga hingga empat minggu ke depan.
SKK Migas berharap pengeboran lanjutan ini dapat kembali menghasilkan tambahan produksi migas yang optimal, sehingga memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian target lifting nasional 2026.
“Kami mohon doa restu dan dukungan Bapak Ibu agar pengeboran berikutnya dapat berjalan lancar dan menghasilkan migas yang sama, bahkan lebih besar,” kata Djoko.
Dengan keberhasilan pengeboran Sumur NEB-85ST, PetroChina Jabung kembali mempertegas perannya sebagai salah satu kontributor penting produksi gas nasional. Capaian ini diharapkan dapat menjadi momentum positif bagi peningkatan kinerja sektor hulu migas Indonesia secara berkelanjutan.