Guardian Targetkan Penjualan Tumbuh Double Digit Selama Ramadan 2026 di Indonesia

Selasa, 10 Maret 2026 | 12:47:12 WIB
Guardian Targetkan Penjualan Tumbuh Double Digit Selama Ramadan 2026 di Indonesia

JAKARTA - Momentum Ramadan selalu menjadi periode penting bagi pelaku usaha ritel, terutama yang bergerak di sektor kesehatan, kecantikan, dan kebutuhan gaya hidup. 

Pada masa ini, permintaan berbagai produk biasanya meningkat karena masyarakat mulai mempersiapkan diri menyambut Hari Raya Idulfitri. Kondisi tersebut juga dirasakan oleh Guardian Indonesia yang melihat Ramadan sebagai peluang untuk mendorong pertumbuhan penjualan.

Guardian Indonesia, yang merupakan jenama ritel di bawah PT DFI Ritel Nusantara Tbk. (HERO), memproyeksikan kinerja bisnis yang positif selama Ramadan 2026. Perusahaan menargetkan pertumbuhan penjualan dengan angka double digit, seiring meningkatnya permintaan terhadap sejumlah kategori produk yang banyak diburu konsumen.

Managing Director Guardian Indonesia Anna Hull menyebut bahwa Ramadan selalu menjadi momentum penting bagi industri ritel kesehatan dan kecantikan di Indonesia. Pada periode tersebut, minat konsumen terhadap berbagai produk perawatan diri biasanya meningkat cukup signifikan.

“Tahun lalu pertumbuhan penjualan selama periode Ramadan mencapai double digit dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk tahun ini tentu kami menargetkan pertumbuhan yang lebih tinggi dibandingkan tahun lalu,” ujarnya.

Target tersebut mencerminkan optimisme perusahaan terhadap potensi pasar domestik yang masih besar serta perubahan perilaku konsumen yang semakin peduli terhadap kesehatan dan perawatan diri.

Permintaan Skincare dan Parfum Diprediksi Meningkat

Salah satu faktor yang mendorong optimisme Guardian adalah meningkatnya permintaan terhadap produk skincare. Dalam beberapa tahun terakhir, tren konsumsi masyarakat di sektor kecantikan mengalami perubahan yang cukup signifikan.

Jika sebelumnya produk kosmetik seperti lipstik dan foundation menjadi kontributor utama penjualan, kini konsumen lebih banyak mencari produk perawatan kulit. Pergeseran tren ini menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan kulit.

Menurut Anna, minat terhadap skincare meningkat seiring semakin tingginya kesadaran konsumen terhadap kesehatan kulit dan kualitas bahan yang digunakan dalam produk kecantikan.

Selain produk perawatan kulit, kategori fragrance atau parfum juga mencatat pertumbuhan yang cukup pesat. Produk ini biasanya banyak dicari menjelang Lebaran ketika masyarakat ingin tampil lebih rapi dan percaya diri saat bertemu keluarga maupun kerabat.

Kebutuhan untuk tampil lebih segar dan menarik saat merayakan Idulfitri menjadi salah satu faktor yang mendorong peningkatan permintaan produk kecantikan selama Ramadan.

Peran Generasi Muda dalam Pertumbuhan Industri Beauty

Pertumbuhan industri kecantikan di Indonesia juga tidak lepas dari peran generasi muda, khususnya generasi Z atau Gen Z. Kelompok usia ini dinilai memiliki minat yang tinggi terhadap produk kecantikan dan kesehatan.

Anna menjelaskan bahwa konsumen muda kini tidak hanya tertarik pada produk makeup atau penampilan luar, tetapi juga mulai memperhatikan kesehatan tubuh secara menyeluruh.

“Sekarang banyak konsumen, terutama Gen Z, yang mulai memperhatikan vitamin dan suplemen yang mereka konsumsi, apakah itu untuk kesehatan kulit atau untuk menjaga energi selama Ramadan,” jelasnya.

Hal ini terlihat dari meningkatnya permintaan terhadap produk wellness seperti vitamin dan suplemen. Produk-produk tersebut tidak hanya digunakan untuk menjaga kesehatan, tetapi juga untuk mendukung aktivitas selama menjalani ibadah puasa.

Kesadaran konsumen terhadap gaya hidup sehat juga menjadi salah satu faktor yang memperkuat pertumbuhan pasar beauty dan wellness di Indonesia.

Kontribusi Besar dari Merek Lokal

Selain perubahan tren konsumsi, perkembangan industri kecantikan juga didorong oleh meningkatnya popularitas merek lokal. Dalam beberapa tahun terakhir, brand lokal semakin mampu bersaing dengan merek internasional, baik dari segi kualitas maupun inovasi produk.

Anna menyebut bahwa sebagian besar pertumbuhan penjualan Guardian justru berasal dari merek lokal, terutama pada kategori kosmetik dan skincare.

“Sebagian besar pertumbuhan penjualan kami berasal dari brand lokal, terutama di kategori kosmetik dan skincare,” katanya.

Merek lokal dinilai lebih memahami kebutuhan konsumen Indonesia, mulai dari jenis kulit, kondisi iklim, hingga preferensi harga. Faktor tersebut membuat produk lokal semakin diminati oleh masyarakat.

Keberhasilan brand lokal dalam mengembangkan produk yang relevan dengan kebutuhan pasar juga turut mendorong pertumbuhan industri kecantikan secara keseluruhan.

Strategi Ekspansi Gerai dan Kinerja Perusahaan

Melihat potensi pasar yang masih besar, Guardian juga berencana untuk terus memperluas jaringan gerai di Indonesia. Ekspansi ini dilakukan sebagai bagian dari strategi perusahaan untuk menjangkau lebih banyak konsumen di berbagai wilayah.

Anna mengatakan ekspansi gerai akan dilakukan di berbagai daerah, baik di Pulau Jawa maupun di luar Jawa. Langkah ini dilakukan karena perusahaan melihat potensi pasar domestik yang masih sangat besar.

“Kami melihat potensi Indonesia masih sangat besar untuk berkembang. Karena itu ekspansi gerai akan terus dilakukan di berbagai kota di Indonesia,” ujarnya.

Per Agustus 2025, jumlah gerai Guardian tercatat telah mencapai 350 unit. Jumlah tersebut diperkirakan terus bertambah hingga akhir tahun 2025 seiring dengan rencana ekspansi perusahaan.

Sementara itu, induk usaha Guardian, PT DFI Retail Nusantara Tbk. (HERO), mencatat kinerja yang cukup beragam pada periode sebelumnya. Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp70 miliar pada kuartal III/2025.

Realisasi tersebut menurun sekitar 62 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp184 miliar. Direktur Keuangan HERO Paulus Raharja menjelaskan bahwa penurunan tersebut terjadi karena pada tahun 2024 perusahaan memperoleh keuntungan satu kali atau one-off dari penjualan aset properti dan pelepasan bisnis Hero Supermarket.

Di sisi lain, pendapatan bersih HERO hingga September 2025 tercatat mencapai Rp3,5 triliun atau tumbuh sekitar 4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut didorong oleh peningkatan penjualan selama periode Lebaran.

Selain itu, laba dari operasi yang berkelanjutan juga mengalami peningkatan signifikan sebesar 46 persen menjadi Rp35 miliar. Peningkatan ini mencerminkan perbaikan profitabilitas pada lini bisnis Guardian dan IKEA yang berada di bawah naungan perusahaan.

Terkini