Lelang BPA Fair 2026: 84 Tas dan Perhiasan Sandra Dewi Habis

Jumat, 22 Mei 2026 | 11:40:40 WIB
Barang milik Sandra Dewi yang disita Kejaksaan RI.(Sumber:NET)

JAKARTA - Badan Pemulihan Aset Kejaksaan Agung secara resmi melelang aset-aset mewah hasil sitaan dari para terpidana kasus korupsi. Di antaranya merupakan barang-barang sitaan dari kasus yang menjerat Harvey Moeis dan Sandra Dewi, yang berwujud perhiasan serta tas-tas mewah.

Pihak Kejaksaan memastikan seluruh tas bermerek tersebut ditawarkan melalui sejumlah metode. Sebagian tas dipasarkan secara eceran, sedangkan beberapa koleksi lain digabungkan menjadi satu paket bagi para peminat yang mendatangi kegiatan tersebut.

"Totalnya ada 84 tas, 55 dijual satuan dan sisanya dijual paket dengan format lot," jelas salah petugas kejaksaan di lokasi acara, Kawasan Ragunan, Jakarta Selatan, Kamis (21/5/2026).

Barisan tas yang dipajang pada etalase pameran tersebut bukan barang biasa lantaran diproduksi oleh rumah mode papan atas global. Lebih lanjut, petugas itu merinci daftar merek populer yang menjadi incaran para peserta sejak awal kegiatan.

"Mereknya ada Chanel, Hermes juga ada. Dior, Balenciaga juga ada, macam-macam," tuturnya.

Kejaksaan mematok nilai limit atau harga awal yang lumayan bersaing tetapi tetap menggambarkan nilai kemewahan asli barang tersebut. Penetapan harga mengacu pada hasil penilaian profesional, demi memastikan proses pemulihan kerugian negara bisa berlangsung optimal.

"Kisaran harganya kami di range 20-an juta, sampai dengan 100-an up," imbuhnya.

Bukan cuma bermacam merek tas, perhiasan kepunyaan Sandra Dewi juga habis terjual dalam agenda lelang ini. Setidaknya ada 30 jenis perhiasan, yang mana salah satu kalung yang dipajang tercantum mempunyai harga Rp33,1 juta.

"Ya, itu juga laku terjual semua," tegasnya.

Walau demikian, masih ada aset sitaan lainnya berwujud 10 unit mobil mewah milik Harvey Moeis yang belum masuk proses lelang. Saat ini status dari kendaraan-kendaraan mewah tersebut masih dalam proses penanganan intensif oleh tim pemulihan aset.

Terkini