Fase Pemulangan: Jemaah Haji Diingatkan Larangan Bawa Air Zamzam

Selasa, 02 Juni 2026 | 12:53:43 WIB
Jamaah haji Indonesia bersiap pulang ke Indonesia. (Sumber: NET)

JAKARTA - Pihak pemerintah melalui instansi Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memberikan peringatan mengenai sejumlah regulasi yang wajib dipatuhi oleh para jemaah haji sepanjang masa pemulangan, salah satunya adalah aturan larangan mengangkut air zamzam di dalam koper bagasi ataupun koper kabin.

“Kami menegaskan kembali kepada seluruh jamaah agar tidak memasukkan air zamzam ke dalam koper bagasi maupun koper kabin,” ujar Juru Bicara Kemenhaj Maria Assegaff di Jakarta, Selasa.

Maria memberikan penekanan bahwa larangan untuk menaruh air zamzam ke dalam tas koper tersebut berstatus sebagai aturan baku penerbangan yang wajib ditaati oleh seluruh jemaah.

"Memasukkan air zamzam ke dalam koper merupakan pelanggaran terhadap aturan penerbangan dan dapat mengganggu kelancaran proses pemeriksaan bagasi di bandara. Petugas bandara bakal membuka paksa koper yang kedapatan menyimpan air zamzam," katanya.

Para jemaah sejatinya tidak usah membawa air zamzam secara personal dari kawasan Arab Saudi.

Masing-masing personel jemaah haji Indonesia dipastikan bakal memperoleh jatah air zamzam sebanyak 1 galon dengan volume 5 liter per individu di lokasi debarkasi masing-masing sehabis menginjakkan kaki kembali di tanah air, selaras dengan skema mekanisme resmi yang telah diatur.

“Air zamzam sudah disiapkan melalui mekanisme resmi. Setiap jamaah akan menerima 1 galon berisi 5 liter di debarkasi masing-masing. Jadi, tidak perlu membawa zamzam di koper,” ujarnya.

Dalam fase kepulangan ini, tercatat ada sebanyak 17 kloter jemaah haji Indonesia yang bertolak pulang ke tanah air pada hari Senin (1/6).

Proses pemulangan tersebut diselenggarakan secara berangsur-angsur dengan memanfaatkan fasilitas Bandara Internasional King Abdul Aziz yang terletak di Jeddah.

Pihak Kemenhaj melayangkan apresiasi yang tinggi kepada segenap jemaah haji Indonesia yang dinilai telah memperlihatkan sikap disiplin, ketabahan, serta kepatuhan pada instruksi petugas sepanjang menunaikan rangkaian ibadah di Tanah Suci.

“Kami juga memohon maaf apabila masih terdapat kekurangan selama penyelenggaraan ibadah haji,” kata dia.

Pihak pemerintah turut mengeluarkan imbauan bagi para jemaah yang namanya sudah masuk dalam daftar jadwal kepulangan supaya mengondisikan barang bawaan mereka secara cermat.

Para jemaah diminta untuk senantiasa menyelaraskan diri dengan jadwal mobilisasi yang sudah ditentukan sekaligus menaati seluruh petunjuk dari petugas, baik sewaktu berada di area hotel, kala mobilisasi menuju bandara, hingga sepanjang proses penerbangan pulang ke tanah air.

“Pastikan paspor, kartu identitas, obat-obatan pribadi, dokumen penting, serta barang-barang yang diperlukan selama perjalanan tersimpan dengan baik dan mudah dijangkau,” kata dia.

Terkini