China hingga AS, Ini 10 Negara Tujuan Ekspor Utama Indonesia

Rabu, 03 Juni 2026 | 10:38:20 WIB
Ilustrasi ekspor, kegiatan ekspor. (Sumber: NET)

JAKARTA - Rapor kinerja ekspor Indonesia terpantau masih konsisten menunjukkan tren pertumbuhan positif pada kurun empat bulan pertama tahun 2026.

Berdasarkan catatan resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS), akumulasi nilai ekspor Indonesia di sepanjang periode Januari hingga April 2026 berhasil menyentuh angka 92,15 miliar dollar AS.

Torehan tersebut memperlihatkan adanya kenaikan sebesar 5,48 persen jika disandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang bertengger di angka 87,36 miliar dollar AS.

Sumbangsih kenaikan tersebut secara dominan disokong oleh performa ekspor komoditas nonmigas yang sukses menembus angka 87,74 miliar dollar AS atau mampu tumbuh sebesar 6,28 persen secara tahunan.

Di tengah catatan pertumbuhan yang manis tersebut, komposisi pasar hilir ekspor Indonesia dilaporkan masih dikuasai oleh sejumlah negara yang menjadi tujuan utama.

Negara China terpantau kokoh mempertahankan posisinya sebagai ceruk pasar paling besar bagi rupa-rupa produk asal Indonesia, yang kemudian disusul oleh Amerika Serikat (AS) serta India di urutan selanjutnya.

Kombinasi dari ketiga negara besar tersebut tercatat sukses menyerap hampir separuh dari total aset ekspor nonmigas milik Indonesia selama rentang Januari hingga April 2026.

Merujuk pada data kuantitatif BPS, nilai ekspor nonmigas Indonesia yang mengalir ke China berhasil menembus angka 22,76 miliar dollar AS, diikuti oleh Amerika Serikat sebesar 10,17 miliar dollar AS, dan India di angka 6,14 miliar dollar AS.

Akumulasi kontribusi dari ketiga negara mitra strategis tersebut sukses menyumbang porsi sebesar 44,52 persen terhadap total keseluruhan ekspor nonmigas Indonesia selama rentang caturwulan pertama tahun ini.

China tetap menjadi pasar terbesar

Pihak BPS mengonfirmasi bahwa China hingga saat ini masih memegang peranan vital sebagai destinasi utama bagi jalur ekspor nonmigas Indonesia dengan torehan nilai mencapai 22,76 miliar dollar AS, atau setara dengan representasi 25,93 persen dari total pasokan ekspor nonmigas nasional.

Nominal pencapaian tersebut tercatat meroket hingga 20,58 persen jika dikomparasikan dengan performa periode Januari-April 2025 yang kala itu tertahan di angka 18,87 miliar dollar AS.

Menurut pemaparan dari BPS, jenis komoditas andalan yang paling banyak dikapalkan oleh Indonesia menuju China sepanjang periode Januari-April 2026 didominasi oleh produk besi dan baja, nikel beserta produk turunannya, serta komoditas bahan bakar mineral.

Lompatan performa ekspor Indonesia ke negara China ini juga diposisikan sebagai salah satu faktor pendorong paling krusial bagi naiknya grafik ekspor Indonesia secara makro.

Badan statistik nasional mencatat bahwa raihan nilai transaksi ekspor ke Negeri Tirai Bambu tersebut mengalami penambahan sebesar 3,88 miliar dollar AS dibandingkan dengan catatan pada periode yang sama di tahun lalu.

Amerika Serikat di posisi kedua

Negara yang kerap dijuluki Negeri Paman Sam ini berhasil mempertahankan dominasinya sebagai wilayah tujuan ekspor terbesar kedua bagi Indonesia.

Di sepanjang rentang waktu Januari hingga April 2026, aktivitas ekspor nonmigas Indonesia yang mengarah ke negara tersebut sanggup menyentuh angka 10,17 miliar dollar AS dengan sumbangsih kontribusi sebesar 11,59 persen terhadap total ekspor nonmigas nasional.

Jika disandingkan dengan performa pada periode yang sama di tahun lalu, nominal ekspor menuju Amerika Serikat terpantau melesat sebesar 791,9 juta dollar AS atau berhasil tumbuh di angka 8,44 persen.

Khusus untuk catatan pada bulan April 2026 saja, aktivitas ekspor Indonesia menuju pangsa pasar Amerika Serikat sukses membukukan nilai sebesar 2,88 miliar dollar AS.

India mengisi posisi ketiga

Negara India mantap menempati urutan ketiga dalam jajaran negara tujuan ekspor paling besar bagi Indonesia.

Nilai perdagangan ekspor nonmigas ke negara Bollywood tersebut menyentuh angka 6,14 miliar dollar AS sepanjang Januari hingga April 2026, atau memegang andil sekitar 7 persen dari total ekspor nonmigas Indonesia.

Bila dikomparasikan dengan catatan pada periode yang sama di tahun sebelumnya, grafik ekspor menuju India merangkak naik sebesar 553,2 juta dollar AS atau setara dengan pertumbuhan sebesar 9,90 persen.

Pada bulan April 2026, besaran nilai ekspor Indonesia ke India dilaporkan sanggup menyentuh angka 1,64 miliar dollar AS.

Jepang masih masuk lima besar

Negara Jepang terpantau masih konsisten menjadi salah satu ceruk pasar yang potensial bagi rupa-rupa produk buatan Indonesia.

Sepanjang rentang Januari hingga April 2026, nilai pengiriman ekspor nonmigas Indonesia menuju Jepang sukses menyentuh angka 4,93 miliar dollar AS atau menyumbang andil sebesar 5,61 persen bagi total ekspor nonmigas nasional.

Bila ditinjau secara tahunan, performa ekspor ke Negeri Sakura tersebut mengalami peningkatan sebesar 5,05 persen dibandingkan dengan catatan periode yang sama di tahun lalu yang sebelumnya berada di angka 4,69 miliar dollar AS.

Thailand dan Malaysia memperkuat peran ASEAN

Untuk lingkup regional ASEAN, negara Thailand menasbihkan diri sebagai tujuan ekspor paling besar bagi Indonesia dengan raihan nilai komersial sebesar 3,34 miliar dollar AS sepanjang Januari-April 2026.

Nominal tersebut mengalami lonjakan sebesar 17,24 persen jika disandingkan dengan catatan performa pada periode yang sama di tahun lalu.

Negara Malaysia kemudian menyusul tepat di belakangnya dengan membukukan nilai ekspor sebesar 3,73 miliar dollar AS.

Namun berbanding terbalik dengan capaian positif Thailand, tren ekspor ke Malaysia justru dilaporkan mengalami kontraksi atau penurunan sebesar 4,89 persen jika dikomparasikan dengan periode Januari-April 2025.

Sementara itu, untuk aktivitas perdagangan ekspor ke Singapura tercatat menyentuh angka 2,60 miliar dollar AS, atau mengalami penyusutan sebesar 5,13 persen secara tahunan.

Secara akumulatif, total nilai ekspor Indonesia yang mengalir ke kawasan regional ASEAN sukses menyentuh angka 17,70 miliar dollar AS atau memberikan kontribusi sebesar 20,17 persen terhadap total ekspor nonmigas nasional.

Nilai tersebut dilaporkan mengalamai kenaikan sebesar 4,10 persen jika dibandingkan dengan catatan pada periode yang sama di tahun lalu.

Korea Selatan, Belanda, Taiwan, dan Australia melengkapi daftar

Di luar deretan negara yang telah disebutkan di atas, wilayah Korea Selatan, Belanda, Taiwan, serta Australia terpantau ikut meramaikan kelompok utama destinasi ekspor Indonesia.

Volume ekspor menuju Korea Selatan tercatat menyentuh angka 2,80 miliar dollar AS, kendati secara tahunan performanya harus terkoreksi tipis sebesar 0,87 persen.

Negara Belanda sukses menempatkan diri sebagai pintu gerbang ekspor terbesar bagi Indonesia di kawasan Uni Eropa dengan torehan nilai perdagangan sebesar 1,88 miliar dollar AS.

Arus ekspor menuju negara kincir angin tersebut tercatat mengalami kenaikan sebesar 16,12 persen bila disandingkan dengan periode Januari-April 2025.

Di sisi lain, catatan ekspor menuju Taiwan dilaporkan berada di angka 1,58 miliar dollar AS.

Nominal ini terbilang merosot sebesar 11,82 persen jika dikomparasikan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, sekaligus menempatkannya sebagai salah satu penurunan paling tajam di antara jajaran negara tujuan utama ekspor Indonesia.

Adapun untuk volume ekspor ke Australia dilaporkan menyentuh angka 1,10 miliar dollar AS, atau mengalami penurunan sebesar 6,21 persen jika disandingkan dengan performa Januari-April 2025.

Daftar 10 negara tujuan ekspor utama Indonesia Januari–April 2026

Berdasarkan rilis data resmi BPS, berikut ini merupakan daftar 10 negara yang menjadi tujuan utama bagi komoditas ekspor nonmigas Indonesia di sepanjang periode Januari hingga April 2026.

China: 22,76 miliar dollar AS

Amerika Serikat: 10,17 miliar dollar AS

India: 6,14 miliar dollar AS

Jepang: 4,93 miliar dollar AS

Malaysia: 3,73 miliar dollar AS

Thailand: 3,34 miliar dollar AS

Korea Selatan: 2,80 miliar dollar AS

Singapura: 2,60 miliar dollar AS

Belanda: 1,88 miliar dollar AS

Taiwan: 1,58 miliar dollar AS

Negara Australia berada tepat di bawah daftar tersebut dengan mencatatkan nilai ekspor sebesar 1,10 miliar dollar AS.

Kenaikan ekspor ditopang produk manufaktur dan hilirisasi

Jika ditinjau dari aspek jenis komoditas, BPS menghimpun data bahwa lonjakan nilai ekspor paling masif pada rentang Januari-April 2026 dialami oleh kelompok produk lemak dan minyak hewani atau nabati yang merangkak naik sebesar 1,87 miliar dollar AS atau setara dengan 18,80 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Lompatan nilai yang terbilang signifikan juga terjadi pada sektor ekspor nikel dan barang olahannya yang terpantau melejit hingga 63,99 persen menuju angka 4,30 miliar dollar AS.

Bukan hanya itu saja, volume ekspor untuk lini komoditas kendaraan beserta komponen bagiannya juga naik sebesar 13,93 persen, aneka macam produk kimia merangkak naik 17,16 persen, serta sektor mesin dan peralatan mekanis ikut terkerek naik sebesar 20,25 persen.

Apabila ditelisik berdasarkan pembagian sektornya, arus ekspor nonmigas Indonesia hingga saat ini masih didominasi secara mutlak oleh industri pengolahan.

Sepanjang kurun waktu Januari hingga April 2026, kontribusi dari sektor industri ini berhasil menembus angka 75,57 miliar dollar AS atau setara dengan merepresentasikan 82,01 persen dari total ekspor nasional.

Nilai komersial tersebut mengalami peningkatan sebesar 9,78 persen jika disandingkan dengan performa pada periode yang sama di tahun lalu, yang mana menurut analisis BPS dipicu oleh melonjaknya aktivitas ekspor komoditas nikel.

Di sudut yang berbeda, performa ekspor untuk sektor pertanian, kehutanan, serta perikanan dilaporkan terperosok jatuh sebesar 26,27 persen yang diakibatkan oleh menurunnya volume ekspor komoditas kopi.

Hal yang senada juga menimpa sektor ekspor pertambangan dan lini lainnya yang ikut menyusut sebesar 8,44 persen akibat dipicu oleh melemahnya performa ekspor untuk komoditas batu bara.

Rangkaian data di atas memperlihatkan bahwa peta pasar ekspor Indonesia pada periode Januari-April 2026 dinilai masih berpusat kuat pada negara-negara mitra konvensional di kawasan Asia dan Amerika Serikat, dengan China yang tetap kokoh berdiri sebagai destinasi terbesar sekaligus roda penggerak utama bagi pertumbuhan ekspor nasional.

Terkini