Bernardo Silva Tentukan Masa Depan Karier Usai Piala Dunia 2026

Kamis, 04 Juni 2026 | 10:20:15 WIB
Bernardo Silva memutuskan untuk menunda pembicaraan mengenai masa depan kariernya hingga Piala Dunia 2026 berakhir. (Sumber: NET)

MANCHESTER - Penggawa lapangan tengah asal Portugal, Bernardo Silva, telah mengambil sebuah langkah tegas guna menangguhkan segala bentuk keputusan terkait dengan kelanjutan masa depan karier sepak bolanya sampai turnamen Piala Dunia 2026 rampung diselenggarakan.

Bernardo Silva secara resmi juga telah melayangkan ucapan perpisahan mendalam di hadapan khalayak publik Stadion Etihad sesudah melewati masa bakti selama sembilan tahun lamanya yang dihiasi oleh rentetan torehan prestasi mentereng.

Kondisi tersebut bergulir selaras dengan telah tuntasnya masa kontrak kerja miliknya pada penghujung kompetisi musim ini dan seketika langsung memicu eskalasi rumor yang memanaskan jendela bursa transfer pemain.

Dalam beberapa waktu belakangan ini, nama dari Bernardo Silva santer diisukan tengah menjadi salah satu komoditas terpanas lewat adanya laporan pada minggu lalu yang mengklaim bahwa dirinya tinggal selangkah lagi bakal merapat ke raksasa Spanyol, Barcelona, dengan status bebas transfer.

Kabar ketertarikan tersebut mencuat di tengah-tengah datangnya tawaran kompetitif lainnya yang disodorkan oleh pihak Atletico Madrid serta klub asal tanah airnya, Benfica.

Kendati demikian, andalan utama di sektor tengah tim nasional Portugal tersebut memilih untuk tidak gegabah dalam mengambil keputusan dan lebih memilih untuk membekukan semua proses negosiasi demi memfokuskan seluruh energi dan pikirannya sebelum memantapkan pilihan pada pelabuhan karier yang baru kelak.

Sepanjang dirinya mengenakan seragam kebesaran berwarna biru langit, sumbangsih yang diberikan olehnya tergolong sangatlah besar bagi klub.

Ia tercatat sukses membukukan sebanyak 460 total penampilan dalam kurun waktu sembilan tahun lamanya serta ikut andil dalam mempersembahkan total 15 raihan trofi mayor.

Rentetan pencapaian yang sangat prestisius tersebut di antaranya meliputi raihan empat trofi kompetisi Liga Premier secara berturut-turut dari tahun 2021 hingga tahun 2024, kesuksesan merengkuh gelar treble yang bersejarah pada tahun 2023 silam, hingga menyapu bersih empat trofi domestik pada kalender kompetisi musim 2018-2019.

Berdasarkan laporan yang dimuat oleh media The Times pada pekan lalu, sempat terungkap adanya sebuah hasrat terpendam dari sang pemain untuk menyudahi karier sepak bolanya alias gantung sepatu di klub Benfica, tempat di mana dirinya dulu pertama kali menimba ilmu di bidang akademi sepak bola.

Akan tetapi, sang maestro pengatur ritme permainan ini meyakini dengan sangat optimis bahwa kapasitas dirinya masih sangat mumpuni untuk bersaing dan merumput di level kompetisi yang jauh lebih tinggi untuk jangka waktu beberapa tahun ke depan sebelum akhirnya memutuskan untuk pulang ke kampung halaman.

Melalui sebuah sesi wawancara eksklusif bersama dengan media Canal 11 pada bulan yang lalu, ia membongkar secara gamblang perihal alasan utama di balik keputusan hengkangnya dari klub yang sejatinya memang sudah dirancang secara matang sejak lama.

"Itu adalah keputusan yang saya buat dua tahun lalu, bahwa saya akan menyelesaikan kontrak saya dan kemudian kami akan berpisah. Ketika saya membuat keputusan itu, saya tahu saya tidak akan mengubah pikiran saya," tuturnya dikutip dari Manchester Evening News.

Lebih mendalam lagi, ia juga turut merefleksikan lembaran perjalanan kariernya di sana yang diakuinya berjalan di luar dari ekspektasi awal dalam benaknya.

"Saat saya tiba, saya tidak pernah membayangkan akan bertahan selama sembilan tahun, itu waktu yang lama di sebuah klub," lanjutnya.

"Keputusan untuk pergi adalah hal yang wajar. Ini adalah kesempatan terakhir saya untuk menghadapi tantangan lain dalam hidup saya, untuk melakukan sesuatu yang berbeda."

Ia pun tidak ragu untuk membeberkan bagaimana bentuk dukungan serta sudut pandang yang mengalir dari orang-orang terdekat dalam lingkaran hidupnya.

"Sejak saya pergi, keluarga saya terus membujuk saya untuk kembali. Mereka tahu bahwa sembilan tahun adalah waktu yang lama dan, setelah semua yang telah saya achieve di sini, masuk akal untuk melakukan sesuatu yang berbeda."

Mengalami kenyataan pahit harus kehilangan salah satu pilar krusialnya, jajaran manajemen dari pihak klub sejatinya tidak tinggal diam begitu saja tanpa melakukan perlawanan.

Ketika dirinya dicecar pertanyaan mengenai ada atau tidaknya langkah konkret dari klub agar dirinya bersedia bertahan lebih lama lagi di Etihad, ia melayangkan sebuah jawaban yang tergolong sangat lugas.

"Mereka mencoba. Mereka terus mencoba, tetapi mereka menyadari pendirian saya tidak akan berubah," terang Bernardo Silva.

"Pada akhirnya, mereka berhenti mendesak masalah itu. Mereka secara bertahap menyadari. Dan kemudian mereka mulai bercanda bahwa saya akan pergi tetapi sebenarnya tidak pernah akan pergi. Mereka tidak sepenuhnya percaya."

Sementara itu di dalam lingkungan internal ruang ganti pemain, beberapa rekan setim terdekatnya dikabarkan sudah sangat memaklumi dan mengerti betul terkait komitmen kuat yang dipegangnya tersebut.

"Ruben (Dias) dan Matheus (Nunes) tahu keputusan saya tidak akan berubah. Saya tidak membuat pengumuman resmi, tetapi saya selalu mengatakan akan menyelesaikan kontrak saya dan kemudian pergi," pungkasnya.

Terkini