Polisi Tangkap Pemukul Petugas Saat Demo Ricuh di Kantor BWS Mamuju

Kamis, 04 Juni 2026 | 10:20:15 WIB
Pelaku pemukulan polisi berinisial AR (baju biru) saat dibawa ke Polresta Mamuju, Sulawesi Barat. (Sumber: NET)

MAMUJU - Seorang laki-laki yang mengantongi inisial AR (37) terpaksa harus diringkus oleh pihak berwajib seusai kedapatan melayangkan pukulan ke arah wajah dari seorang personel kepolisian.

Insiden pemukulan tersebut pecah di kala aksi unjuk rasa tengah berlangsung di kawasan kantor Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi V yang terletak di Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, pada hari Selasa (2/6/2026).

Tidak cuma sekadar menciduk AR, aparat kepolisian pun saat ini tengah mengendus adanya indikasi kuat bahwa aksi demonstrasi tersebut merupakan gerakan bayaran yang disokong dana oleh oknum kontraktor, yang mana tiap-tiap massa aksi dikabarkan mendapat upah senilai Rp 100.000.

Tindakan pemukulan yang diperbuat oleh AR tersebut sempat menghebohkan publik lantaran terekam dalam sebuah tayangan video singkat dengan durasi berkisar 15 detik yang beredar luas di jagat media sosial.

Di dalam rekaman tersebut, AR tampak jelas melayangkan hantaman ke area wajah anggota Polresta Mamuju yang kala itu tengah bertugas mengawal jalannya pengamanan di tengah situasi demo yang sedang berlangsung ricuh.

Kapolresta Mamuju, Kombes Ferdyan Indra Fahmi memaparkan, bahwa AR sempat melarikan diri ke area dalam hutan sesaat setelah dirinya melancarkan aksi pemukulan tersebut.

Pihak kepolisian bahkan sampai harus menerjunkan bantuan dari dua ekor anjing pelacak guna mengendus titik keberadaan AR di dalam hutan.

Pelaku pada akhirnya berhasil dibekuk oleh petugas pada hari Rabu (3/6/2026).

"AR berhasil diamankan tanpa perlawanan setelah tim gabungan mendeteksi lokasi persembunyiannya," kata Ferdyan kepada wartawan dalam konferensi pers di Polresta Mamuju, Rabu (3/6/2026) malam.

Ferdyan membeberkan, mengacu pada hasil proses pemeriksaan sementara, gerakan unjuk rasa yang dilakukan oleh AR beserta teman-temannya disinyalir kuat tidak murni dilandasi oleh niat penyampaian aspirasi masyarakat.

Aksi massa tersebut diduga sengaja ditunggangi oleh seorang aktor intelektual sekaligus ditopang oleh penyandang dana khusus bagi para peserta yang ikut turun ke jalan.

Poin krusial ini mulai terkuak pasca-kepolisian mengendus adanya keterlibatan dari pihak pengusaha konstruksi yang diduga memiliki tendensi kepentingan lain sehingga nekat menggerakkan kelompok mahasiswa beserta elemen warga demi memberikan tekanan kepada manajemen BWS.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan awal terhadap tersangka, aksi ini digerakkan oleh salah satu pengusaha atau kontraktor yang merasa kecewa karena tidak mendapatkan paket pekerjaan atau proyek di Kantor BWS tahun ini," ujar Ferdyan.

Sosok AR sendiri, menurut penjelasan Ferdyan, bisa ikut melebur ke dalam barisan massa aksi lantaran mendapat ajakan dari seorang kerabatnya yang mempunyai koneksi dengan lingkaran kelompok demonstran tersebut.

Para peserta unjuk rasa itu diduga kuat sengaja disuntik kompensasi dalam bentuk uang tunai supaya bersedia ikut berdemo sekaligus menciptakan tekanan secara psikis kepada pihak petinggi BWS.

Masing-masing orang yang ikut turun ke jalan dikabarkan mengantongi uang senilai Rp 100.000.

"Ada indikasi kuat pemberian kompensasi atau pembayaran sejumlah uang dengan nilai tertentu, sekitar Rp 100.000 per orang, agar mereka mau turun ke jalan melakukan aksi unjuk rasa," ungkap Ferdyan.

Berangkat dari penemuan fakta baru tersebut, jajarannya hingga kini masih terus melakukan proses penyelidikan intensif guna membongkar siapa dalang utama, penyandang dana, hingga sosok koordinator lapangan yang bertugas menggerakkan massa.

Ferdyan memberikan penegasan secara serius bahwa pihak kepolisian tidak akan menyudahi pengusutan perkara ini pada kasus tindak penganiayaan fisik yang menimpa personelnya saja.

"Gelar perkara terus kami kembangkan ke arah aktor intelektual, penyandang dana, serta koordinator lapangan yang memobilisasi massa hingga berujung anarkis. Kami akan menetapkan tersangka lain yang bertanggung jawab atas aksi ini," tegasnya.

Terkini