Ferrari Luce Dikritik Desainer Dunia, Proporsi Dinilai Kurang Pas

Kamis, 04 Juni 2026 | 10:20:15 WIB
Ferrari Luce. (Sumber: NET)

JAKARTA - Kehadiran Ferrari Luce masih terus memicu perbincangan hangat di tengah publik sejak pertama kali diperkenalkan sebagai mobil bertenaga listrik perdana dari pabrikan Ferrari pada bulan Mei 2026 yang lalu.

Setelah beberapa waktu sebelumnya sempat memanen kecaman dari deretan tokoh otomotif asal Italia, kini giliran gelombang sorotan tajam datang dari kalangan desainer profesional yang memandang sisi eksterior mobil tersebut belum mampu memancarkan karakter autentik khas Ferrari.

Salah satu pandangan kritis tersebut dilontarkan oleh Alexey Semenov, seorang desainer otomotif kawakan yang tercatat pernah mendedikasikan keahliannya untuk beberapa korporasi raksasa seperti Nio, GWM, Subaru, Fiat Professional, hingga merek Fisker.

Semenov sendiri diketahui mempunyai andil besar dalam merancang dan mengembangkan sejumlah model kendaraan krusial, di antaranya Fiat 500 Electric, generasi kedua dari Nio ES6, GWM Tank 700 Concept, Fisker Ronin, serta Fisker Pear.

Dikutip dari media Carscoops, ia melihat bahwa rancangan Luce mempertontonkan adanya sebuah benturan nyata antara metode desain produk secara umum (industrial design) dengan esensi desain otomotif murni.

Kedua bidang ilmu tersebut sejatinya memegang teguh prinsip dasar yang bertolak belakang sehingga memerlukan proses eksekusi yang teramat matang agar kombinasinya dapat melebur secara harmonis.

Jika ditinjau dari aspek proporsi, wujud bodi Luce dianggap mempunyai dimensi yang cenderung pendek, sempit, sekaligus tinggi.

Perpaduan dimensi tersebut dinilai memunculkan kesulitan tersendiri dalam melahirkan sebuah impresi visual yang seimbang bagi jenis mobil dengan performa tinggi.

Dampaknya, proses pengolahan volume pada bodi kendaraan dinilai belum berhasil menyamarkan kelemahan struktur dasar tersebut sehingga mobil tampak kurang seimbang saat dipandang mata.

Salah satu komponen yang paling banyak menuai sorotan negatif terletak pada model peleknya.

Padahal, jika menilik dari sisi spesifikasi teknisnya, pihak Ferrari sudah menyematkan pelek berukuran sangat masif pada Luce, yakni berdiameter 23 inci untuk bagian depan serta 24 inci di bagian belakang.

Akan tetapi, penerapan konsep desain aerodinamis yang dipadukan lewat kombinasi dua warna justru memicu efek visual yang membuat dimensi pelek tersebut tampak jauh lebih mungil daripada ukuran aslinya.

Semenov menganggap bahwa keputusan rancangan tersebut menjadi sebuah momentum emas yang terbuang sia-sia lantaran pelek tersebut gagal mengekspos kesan yang gagah dan proporsional pada bodi mobil secara menyeluruh.

"Secara visual ukurannya justru terlihat seperti pelek 14 hingga 15 inci," ujarnya dikutip Rabu (3/6/2026).

Menurut pandangannya, rupa bagian depan dari Luce sejatinya masih sanggup memancarkan aura karakter yang kuat sekaligus dibekali identitas yang sangat tegas.

Akan tetapi, nuansa estetika yang apik tersebut dirasa tidak mengalir secara berkesinambungan hingga ke sektor buritan.

Ia memberikan penilaian bahwa bagian bokong mobil terlihat terlampau lebar, menjulang tinggi, serta tampak begitu padat.

Di samping itu, transisi lekukan garis atap yang mengalir menuju ke area belakang juga dipandang kurang dinamis sehingga membuat hasil akhir desainnya terkesan terputus secara mendadak.

Langkah inovasi dari Ferrari dalam mempertahankan identitas lampu belakang lewat bentuk empat lingkaran pun dinilai belum sepenuhnya dapat melebur menyatu dengan konsep bahasa desain mutakhir yang diusung oleh Luce.

Secara garis besar, Semenov menarik kesimpulan bahwa pola pendekatan pada desain eksterior Luce terbilang sangat konservatif serta terkesan bermain aman.

Padahal, basis konsep desain produk yang melandasi proses pengembangannya dinilai mengantongi modal potensi yang sangat masif untuk dieksplorasi secara lebih mendalam lagi.

Ia bahkan sempat memberikan contoh dengan mengungkit keberhasilan dari Ferrari Testarossa yang dinilai sukses mengawinkan pendekatan industrial design dengan sisi emosional yang menjadi karakter khas Ferrari.

"Potensi tersebut terasa belum dimanfaatkan sepenuhnya. Hasil akhirnya membuat Luce berada di tengah-tengah, tidak benar-benar mewakili salah satu pendekatan desain secara utuh," kata Semenov.

Namun di balik segala kritikan tersebut, pemandangan kontras justru tersaji pada sektor interiornya yang panen penilaian bernada positif.

Sebelumnya, bagian kabin dari Luce memang sempat mendapatkan banjir apresiasi lantaran dianggap sukses menyuguhkan atmosfer modern tanpa perlu mengorbankan sisi sporty yang sudah melekat erat pada citra Ferrari.

Semenov memandang tatanan interior Luce sanggup tampil dengan konsisten, bernuansa modern, serta memiliki mutu kualitas rancangan yang matang.

Sentuhan mekanis, pemilihan material, hingga skema tata letak komponen dinilai sukses memancarkan filosofi desain yang benderang sekaligus dieksekusi lewat cara yang sangat apik.

Kendati demikian, ia tetap melayangkan tanda tanya besar mengenai keselarasan konsep desain tersebut terhadap jati diri Ferrari sebagai sebuah merek mobil sport yang mengedepankan nilai eksklusivitas tinggi.

"Jika melihat warisan desain Ferrari selama puluhan tahun, Luce adalah sebuah peluang yang belum dimanfaatkan secara maksimal," ujarnya.

Terkini