TSI II Prigen Sambut Kelahiran 4 Anak Harimau Sumatra yang Langka

Kamis, 04 Juni 2026 | 14:41:58 WIB
Harimau sumatera di TSI II Prigen.(Sumber:NET)

PASURUAN - Taman Safari Indonesia (TSI) II Prigen menunjukkan empat ekor anak harimau sumatra (Panthera tigris sumatrae) yang baru lahir pada 23 Maret 2026 ke hadapan publik.

Bayi-bayi harimau tersebut didapatkan dari hasil perkawinan antara harimau jantan bernama Praja dengan harimau betina bernama Dini.

"Keberhasilan tersebut menjadi momen istimewa karena merupakan kelahiran kedua bagi indukan Dini setelah sebelumnya melahirkan dua anak harimau sumatra bernama Isyana dan Aura pada 4 Mei 2021," kata Vice President (VP) of Life Sciences Taman Safari Indonesia drh Bongot Huaso Mulia di Pasuruan, Jawa Timur, seperti dilansir Antara, Kamis (4/6/2026).

Keempat anak harimau tersebut teridentifikasi berjenis kelamin tiga ekor jantan dan satu ekor betina. Berdasarkan paparannya, harimau sumatra dikategorikan sebagai jenis satwa yang sangat sulit untuk dibiakkan.

Sebab, satwa ini memiliki tingkat pemilih yang sangat tinggi ketika masa reproduksi, serta adanya ancaman cedera, trauma, hingga risiko kematian pada saat proses penjodohan berlangsung.

Di samping itu, kemampuan dari lembaga konservasi dalam merawat kelangsungan hidup anak harimau hingga tumbuh dewasa juga menjadi sebuah tantangan yang cukup berat.

Bongot menjelaskan bahwa kelahiran empat anak harimau dalam satu kali persalinan tersebut tergolong di atas rata-rata. Biasanya, harimau sumatra hanya bisa melahirkan sebanyak dua ekor anak dalam satu periode persalinan.

Kesuksesan dari jalannya program penangkaran ini, jelasnya, disokong oleh berbagai macam faktor. 

Di antaranya adalah kecermatan perawat satwa ketika memantau masa subur harimau betina, kelancaran dalam mengawasi proses perkawinan, bantuan penuh dari tim dokter hewan, hingga penyediaan kandang bersalin yang aman serta kondusif.

"Kami terus meningkatkan program pengembangbiakan harimau sumatra dan paling tidak menargetkan ada satu kelahiran setiap tahun untuk mendukung pelestarian populasi spesies ini," kata Bongot.

Bongot memastikan bahwa pemeliharaan 24 ekor harimau sumatra di area Taman Safari Indonesia ini tidak ditujukan untuk tujuan komersial. 

Fokus utamanya murni dijalankan sebagai program konservasi satwa demi menambah populasi mereka yang saat ini berstatus terancam punah.

Terkini