Said Iqbal Masuk Kabinet Prabowo, Perjuangkan Kesejahteraan Buruh

Senin, 08 Juni 2026 | 11:02:02 WIB
Presiden Partai Buruh, Said Iqbal (FOTO: NET)

JAKARTA - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) yang juga menjabat sebagai Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, menyatakan dirinya akan dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada Senin (8/6/2026).

Dirinya dikabarkan akan mengemban jabatan sebagai Penasihat Presiden Prabowo dalam urusan ketenagakerjaan.

"Prinsipnya penguatan perjuangan meningkatkan kesejahteraan buruh," ujar Said kepada Kompas.com, Minggu (7/6/2026).

Walau begitu, dirinya masih enggan membeberkan secara rinci mengenai prosesi pelantikan maupun rincian tugasnya kelak di Kabinet Merah Putih.

Said cuma mengonfirmasi bahwa kabar mengenai penunjukan dirinya sebagai Penasihat Presiden telah disampaikan sejak pekan sebelumnya.

"From minggu lalu sudah diberi tahu," kata Said.

Di sisi lain, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi telah memberikan indikasi kuat mengenai bergabungnya Said Iqbal ke dalam jajaran pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

"Sedang kami diskusikan," ujar Prasetyo di Istana, Jakarta, Kamis (4/6/2026) malam.

Prasetyo menjelaskan bahwa posisi yang disiapkan untuk Said Iqbal dipastikan berhubungan erat dengan isu perburuhan dan tenaga kerja.

Saat dimintai kejelasan apakah posisi tersebut berupa Wakil Menteri Ketenagakerjaan atau anggota Dewan Buruh, Prasetyo mengungkapkan bahwa hal itu masih dalam tahap pengkajian internal pemerintah.

"Ya kemungkinan berkaitan dengan tentunya perjuangan perjuangan selama ini ya, dengan buruh, tenaga kerja," ucap Prasetyo.

Mengenai rekam jejaknya, Said Iqbal ialah pria kelahiran Jakarta pada 5 Juli 1968.

Dirinya menyelesaikan masa sekolah menengah atas di SMAN 51 Jakarta.

Pendidikan tingginya dimulai di Politeknik (Teknik Mesin) Universitas Indonesia, lalu meraih gelar Sarjana (S1) Teknik Mesin dari Universitas Jaya Baya.

Ia kemudian meneruskan studi jenjang S2 (master) di bidang ekonomi di Universitas Indonesia.

Karier Said sebagai aktivis buruh sudah dirintis sejak tahun 1992.

Pada masa tersebut, dirinya dipercaya memimpin organisasi buruh di salah satu perusahaan elektronik yang berlokasi di Bekasi.

Said tercatat pernah menempati posisi strategis di berbagai organisasi perburuhan, seperti Serikat Pekerja Logam Elektronik Mesin Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SP LEM SPSI), Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), Sekretaris DPP FSPMI, Central Committee Serikat Buruh Metal Sedunia (IMF), serta Wakil Presiden Serikat Pekerja ASEAN (ATUC).

Selain itu, dirinya juga aktif di ranah internasional sebagai General Council Konfederasi Serikat Buruh Sedunia (ITUC), Presiden DPP FSPMI, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), hingga menjadi Pengurus Pusat Organisasi Buruh Internasional (ILO) di bawah naungan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB).

Terkini