Bengkel Spesialis Sarankan Motor Listrik Servis Tiap 6 Bulan

Senin, 08 Juni 2026 | 11:02:02 WIB
Servis Motor Listrik (FOTO: NET)

BEKASI - Saat ini kendaraan roda dua berbasis setrum kerap dinilai bebas perawatan lantaran tidak memerlukan pergantian pelumas atau perawatan rutin layaknya sepeda motor konvensional.

Asumsi tersebut mengakibatkan para pengendara baru justru hanya mendatangi tempat perbaikan saat kendaraan mereka telah mengalami kendala.

Pemilik dari DyVolt EV Shop selaku bengkel spesialis, Adi Siswanto, mengungkapkan bahwa mayoritas unit yang masuk ke tempatnya mengalami gangguan pada tiga elemen vital.

“Yang paling banyak datang ke tempat kami itu servis perbaikan dinamo, kontroler, dan baterai,” kata Adi kepada Kompas.com di Bekasi, Jawa Barat, Minggu (7/6/2026).

Dipaparkannya, karakteristik pemeliharaan kendaraan ramah lingkungan ini memang tak sama dengan motor konvensional.

Tidak terdapat regulasi yang mewajibkan perawatan berkala dalam jangka waktu tertentu, sehingga para pemakai baru umumnya mengecek kendaraan setelah mendeteksi adanya malafungsi.

“Pada dasarnya kendaraan listrik tidak ada perawatan berkala seperti motor bensin. Biasanya dibawa ke bengkel saat sudah terjadi masalah atau kerusakan,” ujar Adi.

Kendati jadwal perawatannya tidak seketat kendaraan berbahan bakar minyak, Adi mengimbau pemiliknya untuk tetap melakukan pengecekan berkala minimal tiap setengah tahun.

Langkah ini diaplikasikan bukan demi mengganti suku cadang secara berkala, melainkan untuk mengantisipasi potensi malafungsi sebelum menjadi kerusakan fatal.

“Yang paling bagus sebenarnya melakukan perawatan. Kami selalu menganjurkan customer untuk servis enam bulan sekali,” kata Adi.

Melalui pengecekan tersebut, mekanik umumnya bakal memeriksa keadaan dinamo penggerak, daya baterai, serta jalur kelistrikan.

Sektor penggerak atau motor BLDC termasuk komponen yang wajib diperhatikan secara intens karena terus beroperasi sepanjang kendaraan melaju.

Di sisi lain, pengetesan daya dilakukan guna memantau tingkat kesehatan baterai agar pengendara bisa memprediksi sisa umur operasional peranti itu.

“Jadi sebelum baterainya rusak, kami sudah bisa menginformasikan kapan kira-kira baterai perlu diganti. Pemilik kendaraan jadi bisa lebih siap,” ujarnya.

Di samping itu, sektor lain yang tidak kalah krusial untuk dipantau yaitu jalur kelistrikan.

Gangguan di bagian kabel kerap kali terabaikan, padahal kondisi kabel yang mulai hangus atau soket yang meleleh bisa memicu problem yang jauh lebih fatal.

“Perkabelan juga kami cek. Kadang ada kabel yang gosong atau soket yang mulai terbakar. Jadi sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan, sudah diperbaiki lebih dulu,” ujarnya.

Adi memaparkan bahwa kekeliruan yang kerap dijumpai pada pemilik kendaraan setrum adalah menunda inspeksi hingga muncul kendala mekanis.

Padahal, kendala pada sektor vital layaknya dinamo penggerak, kontroler, ataupun baterai sejatinya tidak muncul secara mendadak.

Terdapat indikasi penurunan performa yang sebetulnya bisa diantisipasi sejak awal melalui inspeksi yang konsisten.

Oleh sebab itu, ia mengimbau para pemilik untuk mengubah kebiasaan merawat kendaraan dari yang awalnya responsif menjadi langkah pencegahan.

“Jangan menunggu rusak dulu baru dibawa ke bengkel. With pemeriksaan rutin, potensi kerusakan bisa diketahui lebih awal sehingga penanganannya lebih mudah dan murah,” kata Adi.

Terkini