Bulog DIY Percepat Bantuan Pangan Demi Stabilkan Harga

Senin, 08 Juni 2026 | 11:02:02 WIB
Pemimpin Perum Bulog Wilayah Jateng Sri Muniati, saat mengecek ketersediaan dan harga komoditas di pasaran (FOTO: NET)

YOGYAKARTA - Perum Bulog Kantor Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memperkuat langkah stabilisasi harga pangan melalui percepatan penyaluran bantuan pangan beras dan penggelontoran beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

"Selain itu kami juga mempercepat distribusi Minyakita guna menjaga keterjangkauan harga pangan bagi masyarakat," kata Pemimpin Perum Bulog Kanwil Yogyakarta, Dedi Aprilyadi di Yogyakarta, Minggu.

Pemimpin Bulog DIY didampingi Manajer Pengadaan Bulog DIY bersama Satgas Pangan Polda DIY, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Yogyakarta, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian DIY, serta petugas pencatat harga pasar melakukan pemantauan langsung ke pasar tradisional, di antaranya Pasar Prawirotaman dan Pasar Beringharjo.

"Pemantauan langsung dilakukan untuk memastikan ketersediaan komoditas pangan pokok, memonitor perkembangan harga di tingkat pedagang, serta memastikan efektivitas program stabilisasi pangan yang dijalankan pemerintah," kata Dedi Aprilyadi.

Berdasarkan peninjauan lapangan tersebut, harga komoditas beras terpantau stabil serta masih berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah, yaitu Rp13.500 per kilogram untuk jenis beras medium.

"Selain itu, ketersediaan Minyakita di tingkat pengecer juga terpantau aman dengan harga yang masih berada dalam rentang HET yang ditetapkan pemerintah," katanya.

Dia menyampaikan bahwa persediaan beras yang berada dalam pengelolaan Bulog saat ini menempati posisi yang amat kuat.

Sampai pada awal Juni 2026, volume cadangan beras yang dikelola oleh Bulog Kanwil Yogyakarta menyentuh angka kurang lebih 244 ribu ton.

"Jumlah ini sangat memadai untuk mendukung program bantuan pangan, penyaluran SPHP, serta berbagai intervensi pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga beras di wilayah kerja kami," katanya.

Hingga tanggal 7 Juni 2026, proses realisasi pengiriman Bantuan Pangan untuk wilayah kerja Bulog Kanwil Yogyakarta sudah menyentuh kisaran 83 persen dari target yang dipatok oleh pemerintah.

Proses distribusi tersebut terus digenjot agar seluruh kelompok penerima manfaat bisa memperoleh bantuan secara tepat waktu dengan target penuntasan sampai akhir Juni 2026.

"Percepatan penyaluran bantuan pangan diyakini memberikan dampak langsung terhadap penguatan daya beli masyarakat sekaligus membantu meredam tekanan harga beras di tingkat konsumen. Program ini juga bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan masyarakat, khususnya kelompok rentan," katanya.

Di samping menggulirkan bantuan pangan, Bulog Kanwil Yogyakarta juga terus memaksimalkan proses distribusi beras SPHP lewat bermacam saluran penjualan resmi seperti pasar tradisional, Gerakan Pangan Murah (GPM), kios pangan, hingga jaringan pengecer yang bermitra dengan pemerintah daerah.

"Tidak hanya beras, Bulog juga terus melaksanakan penugasan pemerintah dalam penyaluran Minyakita. Hingga saat ini, Minyakita disalurkan melalui pasar-pasar tradisional yang menjadi lokasi pencatatan SP2KP serta melalui jaringan Rumah Pangan Kita (RPK) yang tersebar di seluruh wilayah DIY, Banyumas, dan Magelang," katanya.

Dia menambahkan, langkah penyaluran tersebut dilaksanakan dengan tujuan menjaga keterjangkauan harga komoditas minyak goreng sekaligus menjamin pemenuhan pasokan yang memadai bagi masyarakat.

"Beras SPHP dan Minyakita merupakan instrumen strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas pangan. Oleh karena itu, distribusinya terus kami percepat dan perluas agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat," katanya.

Pihak pemerintah menilai bahwa perpaduan antara penyaluran bantuan pangan, distribusi beras SPHP, serta pasokan Minyakita menjadi formula yang mangkus dalam menjaga keseimbangan antara ketersediaan barang dan harga di pasar.

Melalui sokongan cadangan yang kokoh serta jaringan distribusi yang tersebar luas, warga tidak perlu merasa cemas mengenai ketersediaan bahan pangan dan risiko terjadinya lonjakan harga.

Bulog pun memastikan bahwa seluruh Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang berada di bawah pengelolaan saat ini berada dalam kondisi yang aman dan siap dialokasikan kapan saja untuk menyokong pelbagai kebijakan stabilisasi pangan nasional.

"Kami mengajak masyarakat tetap tenang. Stok beras maupun Minyakita dalam kondisi aman dan distribusi terus berjalan. Bulog bersama Badan Pangan Nasional, pemerintah daerah, Satgas Pangan, dan seluruh pemangku kepentingan terus bekerja memastikan harga pangan tetap stabil serta kebutuhan masyarakat terpenuhi dengan baik," katanya.

Terkini