Tsunami Gempa Filipina Naik Jadi 75 Cm di Sangihe Sulut

Senin, 08 Juni 2026 | 11:02:02 WIB
Ilustrasi Tsunami (FOTO: NET)

KEPULAUAN SANGIHE - Kondisi setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 yang melanda Mindanao, Filipina, menjadi semakin genting untuk kawasan pantai di Indonesia.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) lewat informasi paling barunya mengonfirmasi bahwa hempasan ombak laut yang menuju ke area daratan terpantau terus merangkak naik secara berlipat.

Instansi BMKG mengabarkan bahwa ukuran ombak tsunami paling tinggi saat ini terkonfirmasi telah menyentuh angka 0,75 meter atau 75 sentimeter di wilayah Talengan, Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, tepat pada jam 08.20 WIB.

Peningkatan tersebut dinilai sangat mendadak apabila dibandingkan dengan pembaruan data dari BMKG sebelumnya, yang pada saat itu mendeteksi tibanya ombak pertama masih berada di bawah angka 20 sentimeter di kawasan Talaud serta Halmahera Barat.

Bukan cuma di Talengan, instrumen pemantau pasang surut air laut (tide gauge) kepunyaan BMKG pun mendeteksi adanya pergerakan gelombang tsunami yang kian membesar di beberapa lokasi pesisir lainnya:

Tahuna (Kepulauan Sangihe, Sulut): Terdeteksi pukul 06.58 WIB dengan ketinggian 0,30 meter (30 cm).

Paleleh (Buol, Sulawesi Tengah): Terdeteksi pukul 07.34 WIB dengan ketinggian 0,45 meter (45 cm).

Tanjung Sidupa (Bolaang Mongondow Utara, Sulut): Terdeteksi pukul 07.39 WIB dengan ketinggian 0,32 meter (32 cm).

Terkini