Respons SBY Terkait Penguatan Signifikan Rupiah dan IHSG

Kamis, 11 Juni 2026 | 11:41:22 WIB
Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) (FOTO: NET)

JAKARTA - Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menilai bahwa menguatnya nilai tukar rupiah serta IHSG selama 2 hari belakangan merupakan sinyal yang positif.

SBY juga menyampaikan apresiasinya kepada jajaran pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

"Alhamdulillah, ada good news untuk kami semua. Dua hari ini, 9-10 Juni 2026, Rupiah dan IHSG menguat secara signifikan. Selamat dan terima kasih untuk negara dan pemerintah. Semoga ini merupakan awal dan pertanda baik, a good beginning," tulis SBY dalam akun X pribadinya, Rabu (10/6/2026) malam.

Berdasarkan pandangan SBY, berita positif tersebut menunjukkan bahwa pernyataan yang ia sampaikan pada Mei 2026 kemarin adalah benar.

Ia menjabarkan bahwa pihak pemerintah masih memegang kendali atas sumber daya politik maupun ekonomi guna meredam tekanan ekonomi, sebab pilihan dan jalan keluar dari pihak otoritas moneter serta fiskal tetap ada.

"Pemerintah berhasil menghentikan proses pelemahan rupiah dan IHSG yang terjadi secara sistematis berturut-turut dalam jumlah yang besar. Itulah sebabnya kebijakan yang dijalankan oleh Bank Indonesia, tentunya bersinergi dengan pemerintah, menjadi salah satu faktor positif dalam menghentikan rontoknya rupiah dan IHSG," tuturnya.

"Kalau tidak, pelemahan saham dan mata uang kami bisa unstoppable. Pasalnya, sudah menjadi satu antara faktor real economy, utamanya situasi fiskal dan APBN kami termasuk beban utang yang melilit, dengan faktor psikologis dan persepsi pasar yang tidak positif," sambung SBY.

SBY memaparkan, untuk ke depannya, masyarakat menaruh harapan agar pemerintah terus mengambil tindakan demi menjaga stabilitas ekonomi, memperbaiki kondisi APBN, membatasi serta mengontrol volume utang, hingga menahan lonjakan harga barang dan jasa yang dapat menyulitkan hajat hidup masyarakat.

Di samping itu, pihak pemerintah pun diharapkan mampu membangkitkan kembali keyakinan para investor, sekaligus mengoptimalkan pola komunikasi yang lebih efisien agar setiap kebijakan serta tindakan pemerintah dapat dipahami oleh masyarakat maupun pasar.

SBY menggarisbawahi bahwa pemerintah wajib menyudahi bermacam spekulasi serta situasi yang tidak pasti.

"Yang tidak kalah pentingnya, melindungi rakyat kami yang sangat terdampak dengan situasi ekonomi, termasuk dampak dari kenaikan harga BBM," katanya.

Sementara itu, SBY yang menyatakan dirinya telah memiliki banyak pengalaman dalam mengendalikan tekanan ekonomi, menyebutkan bahwa seluruh upaya pemerintah tersebut pastinya membutuhkan proses.

Ia berpendapat, pihak pemerintah tetap membutuhkan sokongan yang lebih solid dari masyarakat dalam melewati tekanan ekonomi ini.

"Ingat, in crucial thing, unity. In important thing, dialogue dan diwadahinya keragaman pandangan yang konstruktif. Pikiran yang rasional, kebijakan yang tepat dan aksi-aksi nyata yang serius menjadi sangat penting," imbuh ayahanda dari AHY ini.

Terkini