Kasus Bom Molotov di Koja, Polisi: Ibu dan Anak Salah Sasaran

Selasa, 23 Juni 2026 | 09:11:25 WIB
Viral ibu dan anak jadi korban lemparan molotov di Koja (FOTO: NET)

JAKARTA - Seorang ibu yang tengah membonceng buah hatinya di kawasan Koja, Jakarta Utara, dilaporkan menjadi korban pelemparan bom molotov.

Aparat kepolisian telah menegaskan bahwa wanita tersebut merupakan korban salah sasaran.

Kapolsek Koja Kompol Andry Suharto menjelaskan bahwa pelaku sebenarnya berniat menyasar paman dari mantan istrinya.

Namun, korban secara kebetulan sedang melintas mengendarai motor di lokasi kejadian.

"Bukan melempar ibu-ibu, ibu itu tidak sengaja lewat. (Pelaku) melempar paman dari pacar mantan istri pelaku ,tapi tidak kena,"

Pada waktu yang bersamaan, korban yang kala itu membonceng anaknya tengah melewati kawasan Jalan Mandiri II, Koja, Jakarta Utara.

Lemparan bom molotov dari pelaku tersebut lantas jatuh dan mengenai bagian dasbor sepeda motor milik korban.

"(Molotov) jatuh di jalan terbakar dan motor itu (korban) lewat melintas, kaget dan terjatuh,"

Korban sendiri, mengacu pada penjelasan Andry, sama sekali tidak mengerti penyebab mengapa dirinya sampai menjadi sasaran pelemparan bom molotov tersebut.

"(Korban) Tidak tahu-menahu masalahnya,"

Pada kesempatan sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto memaparkan bahwa aksi pelemparan bom molotov ini berlangsung pada pukul 09.00 WIB di kawasan Jalan Mandiri II, Kelurahan Rawa Badak Selatan, Kecamatan Koja, Jakarta Utara.

Di pagi hari itu, korban tengah mengendarai sepeda motor dengan maksud untuk menuju ke pasar.

"Saat kejadian, korban seorang perempuan sedang melintas menggunakan sepeda motor menuju pasar, kemudian terkena dampak pelemparan tersebut hingga bagian dashboard sepeda motornya terbakar,"

Aparat kepolisian pun telah bergerak melakukan olah tempat kejadian perkara serta memeriksa rekaman dari kamera pengawas CCTV di sekitar lokasi.

Berdasarkan petunjuk dari rekaman kamera pemantau tersebut, terduga pelaku yang melakukan aksi ini teridentifikasi berjumlah sekitar empat orang.

“From rekaman CCTV, pelaku diduga berjumlah sekitar empat orang,”

Terkini