Imbas Asap TPA Jatiwaringin, 154 Warga Derita ISPA dan Satu Ibu Dirawat

Kamis, 02 Juli 2026 | 11:46:50 WIB
Upaya pemadaman TPA Jatiwaringin, Mauk oleh BPBD Kabupaten Tangerang (FOTO: NET)

TANGERANG - Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang melaporkan setidaknya 154 penduduk menderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang dipicu oleh asap kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, sampai Kamis (2/7/2026).

Kepala Dinkes Kabupaten Tangerang Hendra Tarmizi menyatakan, mayoritas penderita adalah balita serta ibu hamil yang bermukim dekat area kebakaran.

"Ada 154 orang, tapi berobat jalan semua dan sudah diobati," ujar Hendra Tarmizi saat dikonfirmasi via WhatsApp, Kamis.

Dari total tersebut, seorang ibu hamil perlu dirujuk ke rumah sakit karena mengalami masalah pernapasan.

"Untuk ibu hamil karena ada penyakit penyerta juga jadi perlu dirawat dan kami rujuk ke rumah sakit," kata dia.

Guna melayani warga terdampak, Dinkes mendirikan empat posko kesehatan di sekitar TPA Jatiwaringin dengan melibatkan 25 tenaga medis.

"Itu akan bergantian. Nanti jaga malam pun kalau ada masyarakat yang mengungsi," ucap dia.

Menurut Hendra, dampak asap paling dirasakan oleh warga di Kecamatan Mauk, Rajeg, dan Sukadiri, namun pihaknya menginstruksikan seluruh puskesmas di Kabupaten Tangerang untuk bersiaga.

"Jadi semua puskesmas kami sudah buat kewaspadaan agar jika terjadi bencana asapnya sampai ke daerah mereka, mereka harus sudah siap siaga dan sudah menyiapkan masker," ucap dia.

Dinkes juga menambah stok masker untuk dibagikan kepada warga dan Hendra mengimbau masyarakat untuk menghindari area yang tertutup asap.

"Jika ada asap itu segera hindari daerah asap itu dengan berpindah. Jika tidak memungkinkan, usahakan pakai masker," ucap Hendra.

Hingga Rabu (1/7/2026) malam, kebakaran di TPA Jatiwaringin masih berlangsung dengan titik api yang bertambah serta menimbulkan asap pekat yang mengganggu jarak pandang.

Warga mengeluhkan sesak napas serta mata perih akibat kebakaran tersebut, termasuk Dedi Yulianto (43), warga Kampung Gintung yang rumahnya berjarak 1,5 kilometer dari lokasi.

"Kalau angin dari barat, asapnya langsung ke kampung. Namanya asap ya sesak, mata juga perih," ujar Dedi kepada Kompas.com, Rabu (2/7/2026).

Dedi menilai kebakaran kali ini lebih besar dan lebih mengganggu dibanding kejadian biasanya saat musim kemarau.

Keluhan senada diungkapkan Deden Wahyudin (31), warga Desa Mekar Kondang, yang menyebut kerabatnya terdampak sesak napas akibat asap.

"Kalau kebakaran sebesar ini pasti beda. Orang sini memang sudah terbiasa sama bau sampah, tapi kali ini jauh lebih mengganggu," kata Deden.

Keduanya berharap pemerintah segera memperbaiki pengelolaan TPA Jatiwaringin agar kebakaran tidak berulang dan dampak kesehatan warga dapat ditekan.

Terkini