OHAYOJEPANG - Badan Meteorologi Jepang (JMA) memberikan peringatan mengenai kemungkinan terjadinya curah hujan tinggi sepanjang hari ke depan di sebagian besar area negara, terutama di bagian barat daya pulau utama Kyushu.
JMA menyampaikan pada Kamis (2/7/2026) pagi, bahwa fenomena pita hujan telah muncul di prefektur Nagasaki dan Saga di pulau tersebut, serta berpotensi meluas ke prefektur Oita dan Kumamoto.
Situasi tersebut dapat memicu meningkatnya bahaya tanah longsor, banjir pada wilayah dataran rendah, serta meluapnya aliran air dari pinggiran sungai.
Hujan dengan intensitas tinggi terpantau pada Rabu (1/7/2026) akibat aliran massa udara lembap dan hangat yang menuju sistem tekanan rendah serta front hujan musiman yang tertahan di atas wilayah negara tersebut.
Pulau Tsushima yang terletak di Prefektur Nagasaki, tepatnya di barat laut Kyushu, mencatatkan curah hujan lebih dari 100 milimeter dalam durasi tiga jam pada Rabu pagi.
Sistem front hujan dan tekanan rendah diprediksi akan bergeser ke arah timur melintasi pulau utama Honshu hingga Kamis hari ini, yang berisiko memicu hujan serta badai petir.
Badan Meteorologi Jepang juga menyampaikan bahwa masyarakat harus tetap waspada terhadap ancaman angin kencang, termasuk potensi terjadinya tornado.
Dalam kurun waktu 24 jam sampai pukul 18.00 hari Kamis, JMA mengestimasikan curah hujan mencapai 150 milimeter di pulau utama Shikoku serta wilayah Kyushu bagian utara dan selatan.
Selanjutnya, curah hujan diprediksi mencapai 120 milimeter di area Kinki dengan pusat di Prefektur Osaka, serta 100 milimeter di area Kanto-Koshinetsu yang mencakup Tokyo.
Volume hujan selama rentang waktu tersebut berpeluang melebihi perkiraan awal khususnya pada area-area di mana pita hujan terbentuk.