Aksi Bakar Diri Dekat Markas PBB, Pelaku Bawa Tuntutan Soal Tibet

Jumat, 03 Juli 2026 | 10:37:05 WIB
Markas besar PBB di New York, Amerika Serikat (FOTO: NET)

ISTANBUL - Seorang pria dikabarkan melakukan aksi bakar diri di depan Markas Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) setelah menancapkan bendera yang berkaitan dengan pemerintahan Tibet dalam pengasingan di trotoar area tersebut.

Berdasarkan laporan media setempat serta rekaman video yang tersebar di media sosial, peristiwa tersebut berlangsung pada Kamis (2/7) pukul 19.00 waktu setempat (Jumat pukul 06.00 WIB) di sekitar persimpangan East 43rd Street dan First Avenue.

Berdasarkan rekaman kamera pengawas PBB, pelaku tampak menancapkan bendera sebelum melakukan aksi bakar diri tersebut.

Dia segera dilarikan ke Rumah Sakit Bellevue dalam kondisi kritis.

Laporan tersebut juga mencatat penemuan sejumlah selebaran di lokasi kejadian yang berisi tuntutan agar "China keluar dari Tibet".

Kepolisian setempat saat ini telah memulai penyelidikan terkait insiden itu.

Sementara itu, bendera yang ditancapkan pelaku terpantau masih berkibar di tempat kejadian hingga satu jam pascainsiden.

Tibet diketahui telah berada di bawah kendali China sejak tahun 1951, di mana pihak China menyebut pengambilalihan wilayah tersebut sebagai "pembebasan damai".

Bendera yang dikibarkan pelaku sebelum melakukan aksi bakar diri dikenal sebagai bendera yang berhubungan dengan pemberontakan yang gagal melawan pemerintah China pada tahun 1959.

Setelah peristiwa tersebut, pemerintahan Tibet dalam pengasingan didirikan di wilayah India utara.

Pihak Beijing tidak mengakui pemerintahan dalam pengasingan tersebut dan bersikeras bahwa Tibet telah menjadi bagian dari wilayah China sejak abad ke-13.

Tetapi, Dalai Lama, pemimpin spiritual Tibet, menegaskan bahwa Tibet adalah negara yang merdeka saat Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China memasuki wilayahnya.

Terkini