Tips Aman Membeli Mobil Bekas Tabrakan dari Bengkel Spesialis

Selasa, 07 Juli 2026 | 13:07:57 WIB
Diler mobil bekas Willies Mobil di Kelapa Dua, Depok.(FOTO:NET)

JAKARTA - Pasar kendaraan roda empat bekas kecelakaan atau eks-insiden kini mulai diminati oleh sebagian pemburu otomotif.

Faktor utamanya tentu saja perbedaan atau selisih harga yang dipatok jauh lebih miring ketimbang unit yang normal di bursa pasar.

Walaupun menjanjikan keuntungan dari aspek finansial, membeli kendaraan yang pernah mendapat benturan hebat tentu memerlukan kecermatan tingkat tinggi.

Apabila teledor saat membeli, pembeli malah berisiko buntung besar lantaran pengerjaan rekondisi yang digarap seadanya.

Alvian Akmal, selaku owner diler serta bengkel spesialis Beli Mobil Rusak (BMR) di kawasan Pondok Gede, memberikan sejumlah kiat aman yang harus dicermati pembeli sebelum mengambil keputusan membeli kendaraan bekas tabrakan.

Langkah awal yang dapat dijalankan lewat pengamatan langsung yakni dengan mengecek struktur rangka utama mobil.

Kendaraan yang diproduksi dari pabrikan dipastikan mempunyai tingkat kepresisian yang ideal di tiap sudut rangkanya.

"Kami bisa melihat misalnya dari tulangannya. Nah, kan otomatis keluar dari pabrik kan pasti presisi ya. Kalau kami melihat dari awal sudah enggak presisi, otomatis ya pasti ini mobil ada kemungkinan bekas insiden," ujar Alvian kepada Kompas.com, Senin (6/7/2026).

Bukan cuma rangka, sektor muka seumpama apron serta bullhead pun menjadi titik vital yang wajib diperiksa.

Menurut Alvian, mengendus bekas tabrakan depan bakal lebih gampang jika bagian itu cuma direparasi tanpa diganti komponen baru.

"Kalau misalnya diperbaiki, diketok ulang, dicat ulang, kan kemungkinan apron-nya, bullhead-nya masih kelihatan (bekasnya). Nah, kalau yang diganti (baru), itu yang agak sulit membedakannya," kata dia.

Mempertimbangkan teknik perbaikan bodi masa kini yang kian canggih serta halus, bersandar pada pengamatan orang awam saja tentu kurang memadai.

Oleh sebab itu, Alvian sangat menganjurkan pembeli untuk mengajak atau memesan layanan inspektor mobil independen.

"Kalau saran dari kami, kalau memang benar-benar awam banget atau kami enggak paham mobil, ada baiknya pakai jasa inspektor. Karena mereka kan memang benar-benar paham di dunia otomotif, tahu nih ini gantian, ini pasti perbaikan," ucap Alvian.

Menurut pandangannya, kecermatan seorang inspektor jauh lebih dapat dipercaya lantaran pengalaman kerja mereka yang padat dalam meneliti kondisi kendaraan.

"Dibanding kami beli sendiri, karena selisih harganya antara bekas tabrak dan enggak itu lumayan jauh. Kalau pakai jasa inspektor, mereka kan memang sehari-hari mengecek mobil, pasti tahu," tutur Alvian.

Kiat yang tak kalah krusial yakni menentukan tempat bertransaksi yang tepat.

Di bursa mobil seken, tidak sedikit oknum penjual curang yang sengaja menyembunyikan rekam jejak kecelakaan mobil supaya dapat melegkonya dengan harga pasaran normal.

Alvian menandaskan bahwa transparansi dari pihak pedagang merupakan poin paling utama agar pembeli tidak merasa dijebak, kendati unit yang ditebus merupakan kendaraan eks-kecelakaan.

"Ya balik lagi, sebenarnya kunci utamanya itu kami mencari pedagang yang jujur sama amanah. Kayak saya jualan nih, ada mobil-mobil tabrak atau banjir, kami ngomong ke customer-nya. Jadi otomatis customer ini enggak merasa rugi dengan dia membeli mobil bekas tabrak," pungkasnya.

Terkini