JAKARTA - Pengamanan intensif oleh personel kepolisian bersenjata di gerbang masuk Mapolda Metro Jaya masih diberlakukan hingga Jumat (10/7/2026) pagi.
Berdasarkan pemantauan di lokasi, gerbang masuk sisi belakang dari arah SCBD dijaga oleh aparat kepolisian dengan senjata lengkap.
Tampak enam personel Korps Brigade Mobil (Brimob) bersenjata laras panjang bersiaga dan berbaris di dekat pos penjagaan.
Selain itu, empat anggota satuan Samapta ditugaskan membantu pengaturan arus kendaraan sekaligus memeriksa identitas pengunjung.
Setiap tamu yang hendak memasuki area Mapolda Metro Jaya diwajibkan melalui tahapan pemeriksaan terlebih dahulu.
Pengendara motor hingga pengemudi ojek daring diminta membuka kaca penutup wajah dan melepas helm secara bergantian.
"Tolong identitasnya dikeluarkan dulu, masker dan helm-nya bisa dibuka," ucap salah satu petugas di gerbang masuk.
Petugas di lapangan memeriksa kartu identitas dan menanyakan keperluan setiap pengunjung, termasuk awak media, sebelum diperbolehkan masuk.
Kondisi ini berbeda dibanding hari biasa, di mana pengunjung, anggota, dan media bisa masuk cukup dengan melakukan tap kartu uang elektronik.
Prosedur pengamanan berlapis ini menyebabkan antrean kendaraan di sekitar pintu masuk karena proses verifikasi membutuhkan waktu lebih lama.
Imbasnya, antrean kendaraan untuk memasuki kawasan Polda Metro Jaya sempat memanjang hingga ke jalur menuju arah Jalan Gatot Subroto.
Pengetatan pengamanan di gerbang belakang ini sebenarnya telah dimulai sejak Kamis (9/7/2026), pasca-penggeledahan terkait kasus penyuapan, korupsi, dan pencucian uang.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, memberikan penjelasan mengenai alasan peningkatan pengamanan pada Kamis (9/7/2026) malam.
Menurut Budi, pengamanan ditingkatkan seiring penyidikan dugaan korupsi serta tindak pidana pencucian uang (TPPU) terkait kasus batu bara, PT Asabri, dan PT CBS-PT KNI.
Peningkatan keamanan dilakukan untuk memastikan seluruh barang bukti yang telah disita tetap terjaga keamanannya selama proses penyidikan.
"Artinya pasti pengamanan baik secara internal, eksternal karena ini barang bukti. Ini harus kami amankan secara bersama-sama, tidak boleh hilang, tidak boleh rusak," kata Budi saat ditemui di lokasi penggeledahan di Cipete, Cilandak, Jakarta Selatan, Jumat (10/7/2026) dini hari.
Budi menambahkan bahwa intensitas pengamanan akan dikurangi setelah seluruh barang bukti selesai diamankan di Mapolda Metro Jaya dan melewati proses pemeriksaan.