Jakarta - Cara membuat makalah menjadi keterampilan penting yang wajib dikuasai oleh mahasiswa maupun akademisi.
Makalah berfungsi sebagai salah satu bentuk tugas akademik yang melatih kemampuan berpikir kritis, menganalisis informasi, serta menyampaikan ide secara terstruktur.
Untuk menghasilkan makalah yang berkualitas, penting memahami struktur, format, dan teknik penulisan yang tepat.
Dalam artikel ini, akan dibahas secara menyeluruh panduan cara membuat makalah yang baik beserta contohnya agar proses penyusunan lebih mudah dan hasilnya lebih profesional.
Pengertian Makalah
Makalah merupakan tulisan ilmiah yang membahas suatu topik secara terstruktur dan bersifat objektif.
Tulisan ini biasanya digunakan untuk menyampaikan hasil penelitian atau analisis terhadap suatu masalah tertentu.
Bentuk makalah bisa beragam, mulai dari makalah akademik, makalah penelitian, hingga makalah kerja, sesuai dengan tujuan dan konteks penggunaannya.
Karakteristik Makalah yang Baik dan Benar
Dalam buku Solusi Siswa untuk Menulis Makalah karya Alex & Achmad (2010), dijelaskan bahwa sebuah makalah yang baik memiliki beberapa karakter utama yang perlu diperhatikan oleh penulis, yaitu sebagai berikut:
1. Bersifat Logis
Makalah harus memuat uraian, gagasan, teori, serta pandangan yang dapat diterima oleh akal sehat.
Setiap informasi yang disampaikan perlu memiliki dasar yang rasional sehingga bisa dianalisis dan dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
2. Objektif
Isi makalah disampaikan secara apa adanya, berdasarkan fakta dan data yang relevan. Penulis tidak memihak atau memasukkan opini pribadi yang dapat menimbulkan kecenderungan tertentu, sehingga pembahasan tetap netral dan adil.
3. Tersusun Secara Sistematis
Penyajian makalah harus mengikuti alur yang runtut dan terstruktur. Umumnya dimulai dari bagian pendahuluan, dilanjutkan dengan pembahasan, lalu diakhiri dengan penutup. Antarbagian saling berkaitan sehingga membentuk satu kesatuan yang utuh dan mudah dipahami.
4. Disampaikan dengan Jelas
Setiap penjelasan maupun argumen dalam makalah perlu ditulis secara lugas dan tidak berputar-putar.
Bahasa yang digunakan hendaknya mudah dimengerti serta didukung oleh bukti atau data yang relevan agar pembaca tidak mengalami kebingungan dalam memahami isi tulisan.
5. Dapat Dibuktikan Kebenarannya
Seluruh pernyataan, teori, maupun informasi yang dicantumkan dalam makalah harus dapat diverifikasi.
Artinya, isi tulisan didasarkan pada fakta yang benar dan dapat diuji melalui sumber atau penelitian yang dapat dipertanggungjawabkan.
Berikut versi parafrase dengan isi tetap lengkap dan tidak dipotong:
Ragam Makalah
Berdasarkan sumber yang sama, makalah dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis jika dilihat dari asal data yang digunakan, yaitu sebagai berikut:
1. Deduktif
Makalah deduktif disusun dengan bertumpu pada teori-teori yang berkaitan dengan topik yang dibahas.
Penulis mengembangkan pembahasan berdasarkan landasan konseptual atau kajian pustaka yang relevan untuk menjelaskan suatu permasalahan.
2. Induktif
Makalah induktif dibuat berdasarkan data nyata yang diperoleh secara langsung dari lapangan.
Data tersebut bersifat objektif karena berasal dari hasil observasi, wawancara, atau penelitian empiris yang dilakukan penulis.
3. Gabungan
Makalah jenis ini merupakan kombinasi antara pendekatan deduktif dan induktif. Dalam penyusunannya, penulis memanfaatkan teori sebagai dasar analisis sekaligus menggunakan data lapangan untuk memperkuat pembahasan.
Fungsi Makalah
Selain sebagai sarana untuk melatih keterampilan menulis, penyusunan makalah juga memiliki beberapa tujuan penting, antara lain:
1. Melatih Pola Pikir Kritis dan Terstruktur
Dalam proses penulisan, seseorang dituntut untuk mampu menganalisis persoalan yang ada di sekitarnya secara kritis.
Di samping itu, penulis juga belajar menyusun gagasan secara runtut dan sistematis agar pembahasan mudah dipahami.
2. Menambah Pengetahuan
Makalah yang disusun dengan baik dapat memperkaya wawasan, baik bagi penulis maupun pembacanya. Melalui proses pencarian referensi dan analisis data, pengetahuan terhadap suatu bidang akan semakin berkembang.
3. Menyumbangkan Ide dan Solusi
Sebagai bagian dari kalangan akademik, mahasiswa diharapkan mampu memberikan kontribusi pemikiran terhadap berbagai persoalan.
Melalui makalah, penulis memiliki ruang untuk menawarkan gagasan, kritik, maupun solusi yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar.
Manfaat Menyusun Makalah
Membuat makalah tidak hanya bertujuan untuk menyelesaikan kewajiban perkuliahan, tetapi juga memberikan berbagai dampak positif bagi pengembangan diri. Berikut beberapa manfaat yang bisa diperoleh:
1. Mengembangkan kemampuan penulisan ilmiah
Proses penyusunan makalah melatih seseorang menyampaikan gagasan, pendapat, serta argumen secara runtut dan sistematis sesuai kaidah akademik.
2. Melatih kemampuan berpikir analitis
Saat menulis makalah, penulis dituntut untuk menelaah suatu persoalan secara mendalam, mengevaluasi informasi, serta merumuskan pemecahan masalah secara logis.
3. Memperluas pengetahuan di bidang akademik
Kegiatan mencari referensi, membaca sumber ilmiah, dan melakukan kajian akan membantu memperkaya pemahaman terhadap topik yang dibahas.
4. Menjadi bekal untuk penelitian lanjutan
Makalah kerap menjadi pijakan awal sebelum menyusun karya ilmiah yang lebih besar, seperti proposal penelitian, tugas akhir, atau skripsi.
Sistematika Makalah yang Tepat
Agar sebuah makalah tersusun rapi dan tampak profesional, penulis perlu mengikuti struktur penulisan yang lazim digunakan. Berikut susunan makalah yang umumnya diterapkan:
1. Sampul (Cover)
Halaman depan memuat identitas utama karya tulis, antara lain:
– Judul makalah yang sesuai dengan topik pembahasan.
– Nama penulis.
– Nama lembaga atau institusi pendidikan.
– Tahun penyusunan.
2. Kata Pengantar
Bagian ini berisi pengantar dari penulis kepada pembaca, meliputi:
– Ucapan terima kasih kepada pihak yang turut membantu proses penyusunan.
– Penjelasan singkat mengenai isi atau gambaran umum makalah.
– Harapan penulis agar karya tersebut bermanfaat.
3. Daftar Isi
Memuat daftar bab dan subbab lengkap dengan nomor halaman. Tujuannya untuk memudahkan pembaca menemukan bagian yang ingin dibaca.
4. Pendahuluan
Bagian awal pembahasan yang menjelaskan konteks penulisan, terdiri atas:
– Latar Belakang: Penjelasan alasan pemilihan topik serta pentingnya topik tersebut untuk dibahas.
– Rumusan Masalah: Pertanyaan inti yang menjadi fokus kajian.
– Tujuan dan Manfaat: Uraian mengenai tujuan penulisan serta manfaat yang ingin dicapai.
5. Isi atau Pembahasan
Merupakan bagian utama yang memuat analisis mendalam. Biasanya mencakup:
– Landasan Teori: Konsep atau teori yang menjadi dasar kajian.
– Analisis Data: Paparan hasil penelitian, observasi, atau studi kasus yang relevan.
– Pembahasan: Penafsiran hasil analisis dengan mengaitkannya pada teori yang digunakan.
6. Penutup
Terdiri dari dua bagian penting, yaitu:
– Kesimpulan: Ringkasan hasil pembahasan yang menjawab rumusan masalah.
– Saran: Rekomendasi atau masukan berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan.
7. Daftar Pustaka
Memuat seluruh sumber rujukan yang digunakan dalam penulisan. Penulisan referensi harus mengikuti gaya sitasi tertentu, seperti APA, IEEE, atau format lain yang ditetapkan.
Cara Membuat Makalah yang Baik dan Benar
Dalam proses penyusunan karya tulis ilmiah, terdapat sejumlah aspek penting yang harus diperhatikan agar hasilnya rapi dan sesuai kaidah akademik.
Berdasarkan handout karya Rusdaiana yang berjudul Teknik Penyusunan Makalah untuk Pemula, dijelaskan bahwa cara membuat makalah perlu mengikuti langkah-langkah tertentu agar pembahasannya terarah, sistematis, serta mudah dipahami oleh pembaca.
1. Menentukan Tema dan Judul
Langkah awal yang perlu dilakukan adalah memilih topik yang akan dibahas. Penentuan tema memiliki peran penting karena akan menentukan arah serta kualitas pembahasan.
Sebaiknya pilih topik yang memuat persoalan menarik untuk dikaji, namun tetap memungkinkan untuk diteliti dengan sumber yang tersedia.
Umumnya, topik disesuaikan dengan mata pelajaran atau mata kuliah yang sedang ditempuh sehingga ruang lingkupnya menjadi lebih terarah dan tidak terlalu luas.
2. Menghimpun Referensi
Tahap berikutnya adalah mengumpulkan berbagai sumber yang relevan dengan topik dan judul yang telah dipilih.
Referensi dapat berasal dari buku, jurnal, karya ilmiah sebelumnya, pendapat para ahli, maupun hasil pengamatan sederhana di lapangan.
Jika menggunakan sumber daring, pastikan informasi tersebut berasal dari situs yang terpercaya dan dapat dipertanggungjawabkan, karena kualitas sumber sangat memengaruhi mutu karya tulis yang dihasilkan.
3. Menyusun Tulisan Secara Terstruktur
Setelah memahami materi dari berbagai rujukan, mulailah menyusun makalah dengan urutan yang runtut.
Awali dengan bagian pendahuluan yang memuat latar belakang serta alasan pentingnya topik tersebut untuk dibahas.
Susunan penulisan perlu mengikuti alur yang logis agar isi pembahasan mudah dipahami. Apabila urutannya tidak sesuai, pembaca bisa mengalami kesulitan dalam menangkap inti pembahasan.
4. Mencantumkan Kutipan
Untuk memperkuat argumen dan meningkatkan keabsahan isi tulisan, sertakan kutipan dari sumber yang relevan.
Kutipan dapat ditulis secara langsung maupun tidak langsung, tergantung kebutuhan. Sumbernya bisa berasal dari teori para pakar, hasil penelitian, atau wawancara dengan narasumber yang berkaitan dengan topik.
5. Berkonsultasi dengan Pembimbing
Tahap akhir yang tidak kalah penting adalah melakukan konsultasi dengan dosen atau guru selama proses penyusunan.
Mintalah masukan terkait isi, struktur, serta kesesuaian pembahasan. Selain itu, periksa kembali penggunaan ejaan, tanda baca, dan tata bahasa agar makalah tersusun dengan baik dan minim kesalahan.
Bagaimana Urutan Penulisan Makalah yang Tepat?
Mengacu pada buku Terampil Menulis Karya Ilmiah karya Firman, susunan makalah umumnya dibagi ke dalam beberapa bagian utama, yaitu bagian awal, isi, hingga penutup. Berikut penjelasan lengkapnya:
1. Bagian Awal
Pada bagian pembuka, terdapat beberapa komponen penting yang harus dicantumkan:
– Halaman Judul
Format halaman judul biasanya mengikuti ketentuan dari masing-masing institusi.
Secara umum, halaman ini memuat judul karya tulis, nama penulis, nomor induk siswa atau mahasiswa, nama dosen maupun guru pembimbing, logo lembaga, jurusan, serta nama institusi pendidikan.
– Kata Pengantar
Bagian ini bertujuan memperkenalkan isi makalah kepada pembaca. Di dalamnya biasanya terdapat ungkapan rasa syukur, penyebutan judul, gambaran singkat isi tulisan, serta ucapan terima kasih kepada pihak yang telah membantu proses penyusunan.
– Daftar Isi
Daftar isi menyajikan gambaran menyeluruh mengenai struktur makalah. Cantumkan susunan bab dan subbab secara runtut lengkap dengan nomor halaman agar pembaca mudah menemukan bagian yang dicari.
– Daftar Gambar
Bagian ini hampir serupa dengan daftar isi, tetapi hanya memuat halaman yang berisi ilustrasi atau gambar yang terdapat dalam makalah.
2. BAB I Pendahuluan
Pada bab pertama, terdapat beberapa unsur yang perlu dijelaskan:
– Latar Belakang
Bagian ini termasuk elemen penting dalam makalah. Penulis menjelaskan alasan pemilihan topik sekaligus memaparkan fenomena yang berkaitan dengan pembahasan. Selain itu, dapat disertakan hasil kajian pustaka yang relevan untuk memperkuat alasan tersebut.
– Rumusan Masalah
Rumusan masalah disusun dalam bentuk pertanyaan yang akan dijawab melalui pembahasan dalam makalah.
– Tujuan Penulisan
Bagian ini memuat sasaran yang ingin dicapai melalui penyusunan makalah.
– Manfaat Penulisan
Berisi penjelasan mengenai kontribusi yang diharapkan, baik secara praktis maupun teoretis.
3. BAB II Pembahasan
Bab ini merupakan inti dari makalah dan memuat:
– Kajian Teoretis
Bagian ini memaparkan teori para ahli, referensi yang relevan, serta kutipan dari berbagai sumber ilmiah. Teori yang digunakan harus sesuai dengan topik, jelas, serta dapat dipertanggungjawabkan.
– Pembahasan
Merupakan analisis atau pandangan penulis terhadap teori yang telah dipaparkan sebelumnya. Bagian ini berisi hasil pemikiran penulis sendiri dalam mengkaji permasalahan, bukan sekadar menyalin pendapat dari sumber lain.
4. BAB III Penutup
Pada bagian akhir isi makalah, terdapat dua komponen utama:
– Kesimpulan
Memuat rangkuman hasil pembahasan sekaligus jawaban atas rumusan masalah yang telah diajukan.
– Saran
Berisi rekomendasi atau tindak lanjut yang dapat ditujukan kepada pembuat kebijakan, institusi terkait, maupun penulis sendiri untuk pengembangan selanjutnya.
5. Bagian Akhir
Sebagai pelengkap makalah, bagian ini mencantumkan:
– Daftar Pustaka
Berisi seluruh sumber referensi yang digunakan dalam penyusunan makalah. Penulisan daftar pustaka harus mengikuti format yang telah ditentukan.
– Lampiran
Lampiran biasanya memuat dokumen pendukung seperti tabel, gambar, atau data tambahan yang relevan dengan isi makalah.
Contoh Makalah Mahasiswa
Untuk memberikan gambaran lebih jelas, berikut adalah contoh makalah yang bisa dijadikan referensi bagi mahasiswa dalam menyusun karya tulis ilmiah.
Halaman Sampul
MAKALAH
Masalah Pendidikan pada Tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP)
(Logo Universitas)
Penulis:
Daniel Pasaribu 1711821022
Dosen Pengampu:
Drs. Haliman Hadiarso, M.Pd.
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
TAHUN 2017/2018
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pendidikan merupakan aspek penting dalam kehidupan manusia yang terus berkembang seiring waktu. Kualitas pendidikan di Indonesia saat ini masih menjadi perhatian serius.
Data dari UNESCO (2000) menunjukkan posisi Indonesia pada Indeks Pengembangan Manusia (Human Development Index).
Menurut survei Political and Economic Risk Consultant (PERC), Indonesia menempati posisi terakhir di antara 12 negara Asia dalam hal kualitas pendidikan.
Data Balitbang (2003) juga mengungkapkan bahwa dari 20.918 SMP di seluruh Indonesia, hanya 8 yang memperoleh pengakuan internasional melalui kategori The Middle Years Program (MYP).
Permasalahan ini menjadi alasan utama penelitian dilakukan untuk membahas “Masalah Pendidikan pada Tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP)”.
1.2 Rumusan Masalah
Makalah ini akan membahas beberapa pertanyaan berikut:
- Apa saja kendala yang dihadapi pendidikan di tingkat SMP?
- Bagaimana langkah-langkah yang dapat ditempuh untuk mengatasi masalah tersebut?
1.3 Tujuan Penulisan
Tujuan dari penyusunan makalah ini adalah:
- Mengetahui permasalahan yang muncul di pendidikan tingkat SMP.
- Menemukan cara-cara efektif untuk memperbaiki kualitas pendidikan di SMP.
1.4 Manfaat Penulisan
- Bagi Pemerintah: Memberikan masukan yang dapat dijadikan acuan untuk meningkatkan mutu pendidikan.
- Bagi Pengajar: Menjadi panduan dalam meningkatkan metode pengajaran dan prestasi siswa.
- Bagi Mahasiswa: Menjadi sarana pembelajaran untuk memperluas pengetahuan akademik.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Kajian Teoritis
- Pengertian Pendidikan
Menurut John Dewey, pendidikan adalah proses membentuk kemampuan intelektual dan emosional individu. Sementara Thompson menyebut pendidikan sebagai pengaruh lingkungan yang menghasilkan perubahan dalam kebiasaan manusia. - Pengertian Sekolah Menengah Pertama
Sekolah Menengah Pertama (SMP) merupakan jenjang pendidikan dasar formal di Indonesia yang berlangsung selama tiga tahun, yaitu kelas 7 hingga 9.
2.2 Masalah dalam Pendidikan Tingkat SMP
Beberapa kendala utama yang dialami pendidikan di tingkat SMP meliputi:
- Rendahnya kualitas sarana fisik
- Kualitas guru yang kurang memadai
- Kesejahteraan guru yang rendah
- Ketidakmerataan kesempatan pendidikan
- Kurangnya relevansi materi dengan kebutuhan siswa
- Biaya pendidikan yang relatif tinggi
2.3 Langkah Mengatasi Masalah Pendidikan Tingkat SMP
Solusi dapat diterapkan melalui dua pendekatan:
- Pendekatan Sistemik: Mengubah sistem sosial pendidikan secara menyeluruh.
- Pendekatan Teknis: Mengatasi aspek teknis yang langsung berhubungan dengan proses belajar-mengajar.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Permasalahan pendidikan di SMP dapat memengaruhi kualitas lulusan. Beberapa isu utama yang muncul antara lain:
- Keterbatasan sarana fisik
- Kualitas guru yang rendah
- Rendahnya kesejahteraan pengajar
- Prestasi siswa yang belum maksimal
- Kesempatan pendidikan yang tidak merata
Solusi dari masalah ini dapat ditempuh melalui langkah sistemik maupun teknis, yang diharapkan mampu meningkatkan mutu pendidikan di tingkat SMP.
3.2 Saran
Disarankan agar sekolah memanfaatkan teknologi untuk mendukung proses belajar mengajar. Selain itu, pihak sekolah perlu menyeleksi pengajar berkualitas agar pembelajaran lebih optimal.