SIGI – Menteri Agama mengajak seluruh umat Kristiani memperkuat persatuan dan solidaritas bangsa melalui momentum perayaan Paskah Nasional 2026 di Sulawesi Tengah.
Menteri Agama Nasaruddin Umar secara resmi menutup agenda Paskah Nasional 5 2026 yang berlangsung di Lapangan Mako Brimob, Desa Loru, Biromaru.
"Acara ini bukan sekadar seremoni penutupan, melainkan peristiwa iman, refleksi kebangsaan, dan peneguhan komitmen sebagai anak bangsa yang hidup dalam keberagaman namun tetap bersatu," ujar Menag dilansir dari situs Kemenag.go.id.
Nasaruddin Umar menilai bahwa agenda ini merupakan bentuk nyata dari upaya merawat kemajemukan di tanah air.
Menteri Agama menyatakan bahwa nilai pengorbanan serta harapan baru dalam Paskah merupakan inspirasi universal untuk kehidupan bernegara.
"Kebangkitan sejati harus diwujudkan dalam tindakan nyata, termasuk membangun solidaritas, memperkuat persatuan, dan menghadirkan keadilan sosial," ucap Nasaruddin Umar.
Aksi nyata tersebut dipandang krusial dalam menghadapi berbagai dinamika tantangan global saat ini.
Nasaruddin Umar juga memberikan penekanan bahwa kekuatan utama bangsa Indonesia terletak pada stabilitas toleransi dan kerukunan.
"Toleransi bukan sekadar menerima perbedaan, tetapi komitmen aktif untuk saling menghormati dan bekerja sama dalam keberagaman," katanya Nasaruddin Umar.
Beliau mengingatkan bahwa praktik diskriminasi serta sikap intoleransi tidak boleh mendapatkan ruang di lingkungan masyarakat.
Pelaksanaan perayaan di Sulawesi Tengah dipandang sebagai bukti empiris bahwa harmoni antarumat beragama dapat berjalan harmonis.
"Jangan biarkan semangat Paskah berhenti di sini, tetapi menjadi energi untuk terus berkarya dan berkontribusi bagi bangsa," pungkas Nasaruddin Umar.
Nasaruddin Umar mengajak seluruh elemen umat Kristiani untuk menjadikan peringatan ini sebagai batu pijakan dalam mengabdi pada negara.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan 8 aras gereja nasional yang terhimpun dalam Forum Umat Kristiani Indonesia (FUKRI).
Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid bersama jajaran Forkopimda dan tokoh lintas agama juga tampak hadir dalam seremoni tersebut.
Perayaan puncak Paskah Nasional 5 2026 ini mengusung tema besar mengenai kebangkitan bersama untuk memulihkan bangsa dalam kasih.