Jasindo Syariah Perkuat Digitalisasi Proteksi Haji dan Umrah 202

Jasindo Syariah Perkuat Digitalisasi Proteksi Haji dan Umrah 202
PT Asuransi Jasindo Syariah.

JAKARTA – Jasindo Syariah menyiapkan strategi khusus untuk mengoptimalkan pertumbuhan asuransi perjalanan ibadah pada musim haji 2026 melalui kanal digital.

Langkah strategis ini diambil guna merespons lonjakan jumlah jemaah serta meningkatnya pemahaman publik mengenai proteksi selama di tanah suci.

Wahyudi mengungkapkan bahwa perseroan kini menitikberatkan penguatan pada lini distribusi dengan memanfaatkan teknologi terkini dan memperkuat kompetensi agen lapangan.

“Dari sisi kesiapan, perusahaan fokus memperkuat kanal distribusi, baik melalui digitalisasi maupun peningkatan kapasitas tenaga pemasar,” ujar Wahyudi kepada Kontan, Senin (27/4/2026).

Sekretaris Perusahaan Jasindo Syariah tersebut menjelaskan bahwa transformasi ini bertujuan mempermudah masyarakat mengakses perlindungan perjalanan haji maupun umrah.

Pengembangan produk juga terus dilakukan agar setiap manfaat perlindungan kesehatan dan risiko perjalanan tetap selaras dengan kebutuhan jemaah.

Wahyudi mengamati adanya tren positif pada sektor asuransi perjalanan umrah yang menunjukkan bahwa kesadaran akan risiko perjalanan semakin matang.

Segmen umrah dan perjalanan ibadah non-reguler kini menjadi prioritas utama perusahaan karena memiliki fleksibilitas tinggi dalam skema distribusi.

Kemitraan dengan berbagai biro perjalanan tetap menjadi pilar utama dalam memperluas jangkauan pasar di seluruh wilayah.

Perusahaan kini mulai merambah sistem penjualan langsung kepada jemaah sebagai bentuk adaptasi terhadap tren perjalanan mandiri yang kian populer.

Target pertumbuhan premi diharapkan tetap stabil dengan sokongan diversifikasi kanal yang lebih luas di berbagai lini layanan syariah.

Otoritas Jasa Keuangan memberikan data bahwa total aset industri keuangan syariah telah menyentuh angka 3.131 triliun pada 2025 dengan pertumbuhan mencapai 8,61 persen.

Nilai aset pada sektor industri keuangan non-bank syariah juga mencatatkan angka sebesar 188 triliun pada periode yang sama.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index