Strategi Asperapi Jatim Hadapi Penurunan Industri Event

Strategi Asperapi Jatim Hadapi Penurunan Industri Event
Ketua Umum DPD Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia (Asperapi) Jawa Timur, Yusuf Karim Ungsi.

SURABAYA - Strategi Asperapi Jatim hadapi penurunan industri event sebesar 40 persen akibat kebijakan efisiensi anggaran pemerintah yang menekan aktivitas kreatif.

Sektor penyelenggaraan pameran di wilayah Jawa Timur sedang melewati fase yang cukup menantang sepanjang tahun ini.

Penurunan intensitas kegiatan terlihat mulai terjadi sejak 2025 dengan estimasi kemerosotan mencapai angka 30 hingga 40 persen.

"Sejak 2025 sudah mulai terasa penurunan. Salah satu faktornya, pendekatan pemerintah yang tidak terlalu menekankan kegiatan seremoni atau event besar," ujar Yusuf ditemui di Surabaya, Selasa (5/5).

Yusuf Karim Ungsi berpendapat bahwa narasi mengenai kegiatan pameran yang dianggap sekadar membuang-buang anggaran negara perlu segera diperbaiki.

Sektor MICE memiliki dampak ekonomi yang sangat luas karena melibatkan jaringan usaha mulai dari transportasi hingga pelaku UMKM di lapangan.

Kegiatan berskala besar seperti festival musik terbukti mampu menghidupkan ekosistem ekonomi dari lapisan pedagang kecil sampai pengusaha hotel.

Kondisi pasar yang belum stabil ini dikhawatirkan akan mempengaruhi mata pencaharian sekitar 3,8 juta tenaga kerja di bidang kreatif.

Pelaku usaha diimbau untuk segera melakukan diversifikasi bisnis dan tidak hanya terpaku pada satu model kegiatan konvensional saja.

Penerapan teknologi baru serta efisiensi berbasis kecerdasan buatan menjadi instrumen penting bagi para pekerja lepas untuk tetap bertahan.

Koordinasi dengan pihak Kamar Dagang dan Industri terus dilakukan agar tercipta solusi yang mendukung keberlanjutan ekosistem kreatif nasional.

Kesiapan infrastruktur dan mentalitas pelaku usaha menjadi modal utama ketika nantinya kondisi pasar kembali pulih sepenuhnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index