Iduladha Ramah Lingkungan, KPKP Jaksel Imbau Sediakan Lubang Limbah

Iduladha Ramah Lingkungan, KPKP Jaksel Imbau Sediakan Lubang Limbah
Hewan kurban yang dipersiapkan oleh pengelola Masjid Agung Al-Azhar menjelang Idul Adha 1447 Hijriah, Jakarta Selatan. (Sumber: NET)

JAKARTA - Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (Sudin KPKP) Jakarta Selatan (Jaksel) memastikan jalannya pelaksanaan pemotongan hewan kurban tatkala Idul Adha diselenggarakan secara ramah lingkungan melalui bermacam-macam metode.

"In pemotongan hewan kurban, kami mengimbau untuk menyiapkan tempat/lubang penampungan darah dan kotoran isi perut," kata Kepala Sudin KPKP Jakarta Selatan Ridho S Yudyantoro saat dihubungi di Jakarta, Selasa.

Ia pun memaparkan bahwa pada saat ini sudah diberlakukan aturan larangan membuang limbah darah serta isi perut hewan kurban ke area saluran air umum (got).

Ia memberikan penjelasan bahwa genangan darah dan kotoran isi perut hewan kurban dapat mengakibatkan pencemaran pada saluran air apabila didepak secara sembarangan.

Oleh sebab itu, institusinya melayangkan imbauan kepada segenap panitia kurban supaya menyediakan wadah penampungan darah dan kotoran isi perut hewan kurban sehingga tidak merusak kelestarian lingkungan sekitar.

"Darah dan isi perut dapat mencemari saluran air umum dan dapat menimbulkan kedangkalan atau mengendap," ujar Ridho.

Selanjutnya, mengenai aktivitas pemotongan hewan kurban, ia memaparkan pada umumnya dilaksanakan di area masjid, mushalla ataupun halaman rumah warga sehingga memerlukan adanya atensi khusus untuk manajemen tata kelola limbah.

"Kalau pemotongan hewan kurban pada umumnya dilaksanakan di masjid, mushalla, atau di halaman rumah masyarakat," tutur Ridho.

Di samping hal tersebut, para panitia kurban juga diminta supaya memanfaatkan bahan kemasan yang ramah lingkungan untuk keperluan distribusi paket daging kurban.

Ia memberikan penilaian bahwa pembungkusan daging kurban dapat memakai bahan-bahan yang gampang hancur terurai, seperti halnya besek, bongsang ataupun kantong plastik ramah lingkungan (biodegradable).

"Menggunakan wadah daging kurban yang ramah lingkungan dan mudah didaur ulang, seperti besek bambu/besek daun pandan, daun pisang dan sejenisnya," ungkap Ridho.

Lebih mendalam lagi, ia menambahkan bahwa limbah sisa daging maupun jeroan hewan kurban juga dapat dialokasikan kembali agar tidak memperbesar volume tumpukan sampah.

"Kemudian, limbah daging atau jeroan dikubur. Pemanfaatan organ untuk pakan maggot," imbuh Ridho.

Sementara itu, ia menjabarkan bentuk dukungan yang disalurkan dari pihak Sudin KPKP Jakarta Selatan bagi para panitia kurban, yakni berwujud stimulus bantuan peralatan dasar, layaknya kain terpal serta pisau.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index