BNPP Tekankan Pentingnya Tanggul Permanen Pascabanjir Pidie Jaya

BNPP Tekankan Pentingnya Tanggul Permanen Pascabanjir Pidie Jaya
Pascabanjir Pidie Jaya. (Sumber: NET)

JAKARTA - Sekretaris Badan Nasional Pengelola Perbatasan RI (BNPP) Komjen Pol Makhruzi Rahman meninjau secara langsung proses penanganan setelah bencana banjir di Gampong Mancang dan Gampong Dayah Usen, Kabupaten Pidie Jaya.

Dalam peninjauan itu, Komjen Pol Makhruzi memberikan perhatian pada beberapa dampak serius yang disebabkan oleh banjir, mulai dari terjadinya pendangkalan sungai lantaran tumpukan lumpur, timbunan sampah serta limbah kayu, minimnya akses air bersih, hingga kondisi sistem drainase yang belum bekerja dengan maksimal.

Ia menilai, situasi tersebut menjadi semakin buruk lantaran adanya banjir susulan yang melanda berkali-kali.

"Akses-akses di dalam desa masih tertimbun lumpur. Kami diminta membantu membuka akses tersebut, dan memang sejak bencana kemarin sudah terjadi sekitar 10 kali banjir susulan," ujar Komjen Pol Makhruzi, dalam keterangan tertulis, Jumat (5/6/2026).

"Ini tentu membuat pekerjaan penanganan menjadi bertambah," sambungnya.

Komjen Pol Makhruzi juga memberikan penekanan terkait pentingnya langkah penanganan jangka panjang lewat penguatan infrastruktur untuk mengendalikan banjir.

Ia berpendapat, keadaan bantaran sungai yang mengalami pendangkalan serta tanggul yang jebol merupakan faktor utama pemicu banjir yang terjadi secara berulang.

"Kami berharap ini menjadi perhatian bersama dengan Kementerian Pekerjaan Umum. Tanah hasil galian dari rumah warga sementara bisa dimanfaatkan sebagai tanggul darurat, namun ke depan perlu dibangun tanggul permanen agar desa-desa ini benar-benar aman," katanya

Lebih jauh, ia memaparkan bahwa BNPP sudah menyalurkan bantuan nyata dalam proses penanganan setelah bencana melanda Kabupaten Pidie Jaya.

Bantuan itu mencakup kegiatan pembersihan area jalan umum, pembukaan akses jalanan yang sempat tertutup oleh lumpur, serta pembersihan tumpukan sampah dan limbah yang tersisa akibat banjir.

Kegiatan peninjauan langsung ke lapangan ini dijalankan sebagai tindak lanjut atas instruksi langsung dari Menteri Dalam Negeri RI (Mendagri) Tito Karnavian yang bertindak selaku Kepala Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera, dengan tujuan memastikan penanganan setelah bencana di wilayah terdampak bisa berjalan secara terintegrasi, cepat, serta tepat sasaran.

Dalam proses pengerjaannya, BNPP menerjunkan sejumlah alat berat seperti ekskavator serta dump truck, sekaligus mengajak warga lokal untuk ikut terlibat sebagai tenaga kerja.

Bukan hanya itu, bantuan ekstra berupa operasional ekskavator dan dump truck sepanjang lima hari, serta penyediaan mesin untuk memotong kayu turut disiapkan demi mempercepat berjalannya proses pemulihan wilayah.

Sebagai kesimpulan, Komjen Pol Makhruzi memberikan penegasan mengenai komitmen BNPP untuk terus menjalin sinergi bersama kementerian/lembaga (K/L) terkait, pemerintah daerah (pemda), serta elemen masyarakat demi menyokong percepatan pemulihan setelah bencana di Kabupaten Pidie Jaya.

 

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index