MAUMERE - Bandara Fransiskus Xaverius Seda di Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), menghentikan operasionalnya untuk sementara waktu pada Jumat (5/6/2026).
Penonaktifan jalur udara ini terjadi sebagai dampak dari letusan Gunung Lewotobi Laki-laki yang berada di wilayah Kabupaten Flores Timur.
Partahian Panjaitan selaku Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara Fransiskus Xaverius Seda menjelaskan bahwa pihaknya sudah melakukan komunikasi insentif dengan pihak BMKG serta Tim Airnav mengenai langkah penutupan ini.
"Berdasarkan koordinasi Tim Airnav dan BMKG, serta berdasarkan data yang ada, kami sampaikan permohonan penutupan sementara operasi penerbangan di Bandara Frans Seda hari ini," ujar Partahian Panjaitan saat dihubungi, Jumat.
Partahian melanjutkan bahwa penghentian aktivitas penerbangan di bandara ini akan terus berjalan sampai besok pagi, Sabtu (6/6/2026) pukul 06.00 Wita.
Berdasarkan laporan awal, Gunung Lewotobi Laki-laki kembali mengalami erupsi pada Jumat (5/6/2026) pagi jam 06.57 Wita.
Aktivitas vulkanik ini menghasilkan semburan kolom abu yang membubung hingga ketinggian 2,5 kilometer di atas puncak gunung, atau berkisar 4.084 meter dari permukaan laut.
Gumpalan abu yang terpantau memiliki warna kelabu dengan intensitas tebal tersebut bergerak mengarah ke sisi barat dan barat laut.
Peristiwa letusan ini tercatat pada instrumen seismogram berkekuatan amplitudo maksimum mencapai 14.8 mm dengan durasi kurang lebih 3 menit 35 detik.