MEXICO CITY - Presiden FIFA Gianni Infantino pada Rabu (10/6) menyatakan bahwa Piala Dunia FIFA bakal menjadi perayaan sepak bola global saat turnamen tersebut bersiap dimulai di Amerika Serikat (AS), Meksiko, dan Kanada.
Berbicara menjelang laga pembuka antara Meksiko melawan Afrika Selatan di Stadion Azteca di Mexico City, Infantino menyebut turnamen ini sebagai momen sukacita, perayaan, serta kebahagiaan, sekaligus meminta agar fokus tetap tertuju pada laga di lapangan.
"Jika Anda ingin mengkritik saya, silakan saja. Tidak masalah, tidak apa-apa," kata Infantino kepada awak media.
"Namun, dukunglah persatuan di Piala Dunia, doronglah masyarakat untuk datang ke Piala Dunia, merasakan emosi yang Anda semua pernah rasakan saat masih anak-anak, dan saya berharap Anda masih dapat merasakannya sekarang karena kami ingin mempersatukan dunia," katanya.
Infantino menuturkan bahwa turnamen dengan format yang diperluas ini telah memecahkan bermacam rekor bahkan sebelum laga perdana dimulai.
Pimpinan FIFA itu menyampaikan bahwa lebih dari enam juta tiket sudah laku terjual dan sebanyak 17.000 perwakilan media telah terakreditasi di 16 kota tuan rumah turnamen.
Kompetisi ini bakal menampilkan 48 tim dan 104 pertandingan, dengan sekitar enam miliar pemirsa di seluruh dunia diperkirakan akan menyaksikannya lewat televisi.
"Kami ingin menyelenggarakan Piala Dunia terbesar, terbaik, terhebat, dan paling inklusif dalam sejarah FIFA," kata Infantino.
Infantino menambahkan bahwa para suporter tetap menjadi inti dari ajang tersebut, seraya menegaskan bahwa pengaruh Piala Dunia melampaui stadion tempat laga digelar.
"Tentu saja, para penggemarlah yang membuat Piala Dunia menjadi seperti sekarang ini," ujarnya. "Akan ada jutaan orang lainnya di zona penggemar, festival penggemar, dan acara nonton bareng, tidak hanya di tiga negara tuan rumah, tetapi juga di seluruh dunia."
Ia juga menunjuk keikutsertaan Iran sebagai bukti nyata kemampuan sepak bola dalam menyatukan negara-negara terlepas dari beragam tantangan yang ada.
"Ketika orang-orang mengatakan, tidak mungkin Iran datang ke Piala Dunia, saya mengatakan kepada mereka dan berjanji bahwa mereka akan datang," tutur Infantino.
"Jika saya harus pergi ke Teheran dengan bus dan membawa mereka ke sini, saya akan melakukannya. Saya sangat senang bahwa kami berhasil membuat Iran datang dan bermain di Piala Dunia ini," katanya.
Pria asal Swiss itu pun mengumumkan bahwa FIFA telah menyepakati nota kesepahaman (MoU) dengan FIFPRO, serikat pemain sepak bola global, sebagai bagian dari langkah untuk lebih menyelaraskan diri dengan badan pengatur, klub, liga, serta pemain.
"Ini adalah kabar baik. Ini tentang persatuan, tentang menyatukan semua orang," katanya.
Terakhir, ia menyampaikan bahwa Piala Dunia memberikan kesempatan bagi masyarakat global untuk bersama-sama merasakan emosi murni yang dihadirkan oleh sepak bola.
"Semua orang ini ingin menikmati momen kebahagiaan, momen di mana masalah sehari-hari dapat dikesampingkan dan mereka bisa menikmati permainan," tuturnya.
"Mereka bisa menikmati pertandingan dan menangis jika tim mereka kalah atau menangis jika tim mereka menang. Merasakan emosi ini dalam komunitas bersama orang lain."
Gelaran Piala Dunia ini akan dimulai pada Kamis (11/6) dan berakhir pada 19 Juli mendatang.