JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menaruh harapan besar agar total nilai transaksi sepanjang pelaksanaan Jakarta Fair Kemayoran 2026 mampu melampaui angka Rp8 triliun.
Pramono mengutarakan bahwa sasaran tersebut sengaja dipatok lebih tinggi jika dikomparasikan dengan perolehan pada tahun sebelumnya yang membukukan nilai transaksi Rp7,3 triliun serta total kehadiran pengunjung sebanyak 5,9 juta orang.
"Saya dengar tahun ini mudah-mudahan bisa Rp8 triliun. Kalau bisa Rp8 triliun, dari tahun ke tahun rekor itu terpecahkan," kata Pramono saat membuka Jakarta Fair Kemayoran 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (11/6).
Bukan cuma dari sektor perputaran uang, Pramono pun menginginkan jumlah pelancong yang mendatangi Jakarta Fair pada periode kali ini sanggup menembus angka 6 juta orang.
"Tahun lalu pengunjungnya 5,9 juta, transaksinya Rp7,3 triliun. Mudah-mudahan tahun ini di atas Rp8 triliun, yang hadir di atas 6 juta orang," katanya.
Pramono berpandangan bahwa agenda Jakarta Fair pada tahun ini terasa amat spesial lantaran dilaksanakan mendekati momentum perayaan usia 500 tahun Kota Jakarta yang jatuh pada 2027 mendatang.
Ia menghendaki pameran Jakarta Fair di masa mendatang dapat diselenggarakan dengan jauh lebih megah sekaligus menjadi representasi utama dalam menyambut ulang tahun ke-500 Jakarta.
"Saya sungguh berharap mudah-mudahan tahun depan lebih meriah, yang hadir lebih banyak, dan juga transaksinya buat UMKM lebih dari Rp9 triliun," ucapnya.
Pada momentum pembukaan tersebut, Pramono turut mengenalkan perkembangan positif dari jaringan sistem transportasi massal yang ada di Jakarta.
Berdasarkan penjelasannya, integrasi serta keterhubungan antarmoda angkutan umum di Jakarta saat ini sudah menyentuh angka 93 persen melalui pengoperasian MRT, LRT, TransJakarta, Transjabodetabek, JakLingko, hingga layanan Mikrotrans.
Atas dasar hal tersebut, ia mengimbau kepada warga yang berencana mendatangi area Jakarta Fair untuk menggunakan fasilitas angkutan publik yang tersedia.
"Kalau ada kegiatan bisa menggunakan transportasi umum. Transportasi umum di Jakarta sudah relatif lebih baik," ujar Pramono.
Di sisi lain, Direktur Utama PT Jakarta International Expo yang bertindak sebagai Ketua Umum Panitia Jakarta Fair Kemayoran 2026, Siti Hartati Murdaya, mengonfirmasi bahwa pameran tahun ini bergulir sejak 11 Juni sampai 12 Juli 2026 demi menyemarakkan HUT ke-499 Jakarta.
Menurut keterangan Hartati, terdapat sekitar 2.800 korporasi yang ikut andil dalam pameran tahun ini dengan ketersediaan 1.800 stan yang menjajakan rupa-rupa komoditas, mulai dari produk berskala UMKM hingga korporasi nasional serta global.
Bukan sekadar ajang eksibisi rupa-rupa produk, Jakarta Fair pun menyajikan beragam panggung hiburan, di antaranya festival musik yang memanggungkan kurang lebih 150 grup musik sepanjang 32 hari pelaksanaan acara.
Hartati menginginkan agar Jakarta Fair konsisten menjadi sarana pemasaran sekaligus perluasan bisnis bagi para pelaku UMKM maupun sektor industri di dalam negeri.
"Jakarta Fair Kemayoran bisa berkembang di seluruh Indonesia dan memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara," ucap Hartati.