Saluran Irigasi Baru, 110 Hektar Sawah Bogor Panen 3 Kali

Saluran Irigasi Baru, 110 Hektar Sawah Bogor Panen 3 Kali
Ilustrasi Sawah (FOTO: NET)

BOGOR - Rehabilitasi jaringan irigasi di Daerah Irigasi (DI) Cihanjawar Cikupa, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, memberikan dampak signifikan terhadap produktivitas sektor pertanian.

Sebanyak 110 hektar area persawahan yang mendapat aliran dari saluran tersebut kini bisa ditanami hingga tiga kali dalam kurun waktu setahun.

Peningkatan produktivitas tersebut terlihat dari naiknya Indeks Pertanaman (IP) yang semula rata-rata 200 kini menjadi 300.

Hal itu berarti, para petani saat ini mampu melakukan panen hingga tiga kali dalam setahun berkat distribusi air yang jauh lebih merata.

Perbaikan jaringan irigasi sekunder sepanjang 920 meter ini dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2025 mengenai Percepatan Pembangunan, Peningkatan, Rehabilitasi, serta Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi untuk Mendukung Swasembada Pangan.

Saluran irigasi tersebut juga memberikan manfaat bagi empat kelompok tani di sekitarnya dengan meningkatkan keandalan pasokan air, termasuk di saat musim kemarau tiba.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menyampaikan bahwa penguatan infrastruktur irigasi adalah salah satu kunci utama dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional.

Menurut dia, ketersediaan air yang lebih terjamin akan mendorong peningkatan produksi pertanian sekaligus meningkatkan efisiensi usaha tani.

"Seluruh capaian ini merupakan wujud komitmen Kementerian PU dalam memastikan infrastruktur mendukung ketahanan pangan, pendidikan, dan pertumbuhan ekonomi daerah," ujar Dody, Minggu (28/6/2026).

Jaringan irigasi DI Cihanjawar Cikupa merupakan kewenangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor.

Melalui program Inpres Nomor 2 Tahun 2025, Kementerian PU memberikan dukungan berupa rehabilitasi saluran irigasi, yang kemudian telah diserahterimakan sebagai hibah aset kepada Pemerintah Kabupaten Bogor pada Juni 2026.

Selain di Kecamatan Sukamakmur, Kementerian PU juga merehabilitasi jaringan irigasi di sejumlah wilayah lain di Kabupaten Bogor, yaitu Kecamatan Klapanunggal, Kemang, dan Caringin.

Total panjang saluran yang ditangani mencapai 1,91 kilometer dengan cakupan layanan irigasi seluas 338 hektar lahan persawahan.

Dody juga menekankan pentingnya pembangunan jaringan irigasi tersier agar air dapat didistribusikan secara lebih efektif hingga sampai ke lahan pertanian.

"Saya minta selain melakukan pengeboran air dalam, khusus untuk air yang diperuntukkan bagi irigasi sawah maupun kebun, wajib juga dibuat jaringan irigasi tersier," tegasnya.

Untuk mempercepat pelaksanaan Inpres Irigasi, Kementerian PU bekerja sama dengan Kementerian Pertanian dalam hal pendataan serta pembangunan jaringan irigasi secara simultan.

Kolaborasi tersebut diharapkan menghasilkan perencanaan yang lebih akurat sehingga pembangunan irigasi pada tahun 2026 dan tahun-tahun berikutnya dapat dilaksanakan dengan lebih cepat, tepat sasaran, serta berbasis data.

Melalui penguatan sistem irigasi dan sinergi antarlembaga, pemerintah optimistis produktivitas sektor pertanian dapat terus terjaga di tengah tantangan perubahan iklim.

Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mendukung target swasembada pangan nasional dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index