Minyakita Bau Solar, Bulog Tarik Produk dan Usut Penyebabnya

Minyakita Bau Solar, Bulog Tarik Produk dan Usut Penyebabnya
Heboh Minyakita Bau Solar, Produsen Tarik 300 Ton Minyak Bantuan.(FOTO:NET)

JAKARTA - Komoditas MinyaKita yang ditengarai memiliki aroma mirip solar terdeteksi beredar di wilayah Jawa Tengah.

Keluhan terkait hal tersebut bermunculan dari kalangan warga penerima program bantuan pangan di wilayah Kabupaten Karanganyar, Klaten, serta Wonogiri.

Minyak goreng program subsidi pemerintah itu diketahui diproduksi oleh pihak PT Kusuma Mukti Remaja (PT KMR).

Pihak Perum Bulog langsung menarik total seluruh komoditas tersebut dari tangan warga.

Tindakan tegas ini diambil sesudah Dirut Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani melangsungkan agenda peninjauan secara langsung ke area fasilitas pabrik pembuatan Minyakita milik PT KMR pada Sabtu lalu.

Agenda peninjauan yang dilaksanakan oleh Rizal tersebut menyasar pada upaya kepastian agar seluruh rangkaian proses manufaktur berjalan selaras dengan regulasi standar mutu, keamanan produk pangan, serta aspek kebersihan.

Langkah ini dilakukan supaya produk MinyaKita yang disalurkan ke tengah masyarakat benar-benar memenuhi kriteria kualitas, terjamin aman, sekaligus laik untuk dikonsumsi.

Dalam agenda inspeksi mendadak tersebut, Rizal menginspeksi secara langsung tiap-tiap fase produksi, mulai dari tahapan pasokan bahan baku, proses pemurnian, pengemasan, sampai ke area pergudangan penyimpanan komoditas.

Di samping itu, peninjauan juga menyasar pada pemantauan kondisi kelayakan fasilitas penunjang produksi guna menggaransi implementasi standardisasi kualitas serta higienitas dari pihak pabrik selaku wujud tanggung jawab menjaga mutu bahan pangan yang dialokasikan bagi warga.

Mengacu pada data investigasi mula-mula, terdeteksi adanya produk MinyaKita besutan PT KMR yang memiliki indikasi bau menyerupai bahan bakar solar.

Berangkat dari hasil temuan di lapangan tersebut, Rizal langsung memberikan instruksi untuk mengamankan dan menarik kembali seluruh produk Minyakita dari PT KMR yang telanjur sampai ke tangan konsumen sebagai upaya pencegahan demi memproteksi para pelanggan.

Bukan hanya itu, pihak BULOG pun menginstruksikan pelaksanaan uji klinis laboratorium terhadap beberapa sampel produk demi memetakan faktor pemicu utamanya serta menjadi basis pijakan dalam menetapkan langkah penanganan hukum serta pemenuhan tanggung jawab sesuai regulasi yang berlaku.

"BULOG tidak akan mentolerir produk yang tidak memenuhi standar mutu. Sebagai bentuk perlindungan kepada masyarakat, seluruh produk MinyaKita produksi PT KMR yang telah terdistribusi kami perintahkan untuk segera ditarik. Selanjutnya dilakukan pengujian laboratorium agar penyebabnya dapat dipastikan secara ilmiah dan menjadi dasar langkah berikutnya," tegas Ahmad Rizal dalam keterangannya, Senin (29/6/2026).

Pihak Bulog pun menggaransi bahwa aktivitas penarikan barang ini bakal diselenggarakan secara kilat serta terintegrasi penuh dengan pihak pabrik pembuat beserta instansi terkait lainnya.

Bagi kalangan warga yang telanjur mendapatkan pasokan MinyaKita buatan PT KMR dipastikan bakal memperoleh komoditas pengganti yang sudah lolos uji standar kelayakan mutu sehingga hak-hak konsumen tetap terproteksi dengan baik.

Kebijakan ini menjadi cerminan dari komitmen tanggung jawab institusi dalam menggaransi bahwa tiap-tiap jenis komoditas pangan yang didistribusikan kepada warga telah memenuhi tolok ukur keamanan serta mutu yang sudah digariskan.

Manajemen Rizal berkomitmen tinggi untuk senantiasa mengawal kualitas dari setiap produk pangan yang disalurkan ke masyarakat luas.

Berkoordinasi dengan segenap jajaran mitra kerja, BULOG bakal mengintensifkan sistem monitoring di sepanjang alur rantai pasokan demi memastikan seluruh pasokan pangan yang dikonsumsi oleh warga terjamin aman, berkualitas, serta layak konsumsi.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index