JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana melakukan aksi pemadaman lampu serentak sebanyak tiga kali sepanjang tahun 2026 sebagai langkah penghematan energi.
Kebijakan ini diambil sebagai bentuk kampanye lingkungan yang lebih masif guna menghadapi tantangan pemanasan global di wilayah perkotaan.
Asep Kuswanto menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya sekadar mematikan aliran listrik, tetapi juga menghitung dampak penurunan beban secara riil.
"Pemadaman lampu dilakukan sebanyak tiga kali dalam setahun untuk memberikan dampak yang lebih signifikan terhadap penurunan emisi karbon di Jakarta," ujar Asep Kuswanto, sebagaimana dilansir dari antaranews.com, Jumat (24/04/2026).
Pemerintah daerah berharap inisiatif ini dapat diikuti oleh pengelola gedung swasta maupun masyarakat luas di tempat tinggal masing-masing.
Lokasi yang menjadi fokus utama mencakup gedung-gedung pemerintahan serta tujuh simbol kota yang biasanya diterangi lampu dekoratif.
Asep Kuswanto berpendapat bahwa konsistensi dalam melakukan penghematan energi secara kolektif merupakan kunci utama bagi keberlanjutan ekosistem lingkungan hidup di masa depan.
Rencana ini diprediksi mampu mengurangi konsumsi listrik dalam jumlah besar meski durasi pemadaman hanya berlangsung selama 60 menit.
Setiap pelaksanaan aksi akan dipantau secara ketat untuk mendapatkan data akurat mengenai besaran daya listrik yang berhasil dihemat.
Hasil evaluasi dari tahun sebelumnya menunjukkan bahwa partisipasi aktif warga sangat membantu dalam mencapai target efisiensi energi nasional.
Agenda ini dijadwalkan berlangsung pada momen-momen tertentu yang berkaitan erat dengan hari besar lingkungan hidup internasional.