JAKARTA – Kemenhaj memperingatkan seluruh KBIHU untuk memprioritaskan keselamatan jemaah haji setelah adanya insiden kecelakaan bus yang terjadi di wilayah Madinah.
Kementerian Haji dan Umrah merespons cepat peristiwa kecelakaan lalu lintas yang melibatkan rombongan jemaah di jalur Madinah.
Otoritas terkait menekankan bahwa setiap penyelenggara bimbingan harus memiliki protokol mitigasi risiko yang lebih ketat.
"Keamanan dan keselamatan jemaah adalah prioritas utama yang tidak boleh ditawar oleh pihak manapun, termasuk KBIHU," ujar Juru Bicara Kemenhaj, saat memberikan keterangan resmi pada, Kamis (30/4/2026).
Pihak kementerian berpendapat bahwa koordinasi antara petugas lapangan dan pengemudi armada transportasi perlu ditingkatkan untuk menghindari kelalaian teknis.
Evaluasi menyeluruh terhadap kelayakan kendaraan pengangkut jemaah kini menjadi agenda mendesak bagi semua penyedia layanan.
Langkah ini diambil demi meminimalisir potensi bahaya selama perjalanan ibadah di tanah suci.
Setiap KBIHU wajib memastikan bahwa jemaah mendapatkan perlindungan maksimal sejak keberangkatan hingga kepulangan ke tanah air.
Pengawasan ketat akan diberlakukan terhadap jadwal perjalanan agar pengemudi memiliki waktu istirahat yang cukup.
Integrasi sistem pelaporan cepat diharapkan dapat membantu penanganan darurat jika terjadi situasi yang tidak diinginkan di jalan raya.