JAKARTA – Simak rincian Kalender Jawa Mei 2026 lengkap dengan weton dan neptu untuk keperluan tradisi, mulai dari penanggalan 12 Bakda Mulud sampai 13 Jumadil Awal.
Sistem penanggalan tradisional masih menjadi acuan utama bagi sebagian masyarakat dalam menentukan hari baik atau menggelar hajatan besar.
Masyarakat kerap menyelaraskan rencana pribadi dengan perputaran hari pasaran yang meliputi Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon.
"Pemerintah menetapkan hari libur nasional dan cuti bersama 2026 melalui SKB 3 Menteri sebagai pedoman bagi sektor publik dan swasta," ujar Abdullah Azwar Anas, sebagaimana dilansir dari berbagai sumber, Kamis (30/4/2026).
Anas menjelaskan bahwa sinkronisasi kalender nasional dengan libur keagamaan bertujuan untuk memfasilitasi kebutuhan ibadah dan rencana sosial warga secara terukur.
Awal bulan ini dimulai pada hari Jumat Kliwon yang bertepatan dengan tanggal 1 Mei 2026 atau 13 Bakda Mulud 1959.
Jumlah neptu yang muncul setiap harinya bervariasi mulai dari angka 7 hingga 18 sesuai kombinasi hari masehi dan pasarannya.
Pada tanggal 14 Mei 2026, kalender menunjukkan peringatan Kenaikan Yesus Kristus yang jatuh pada hari Kamis Wage dengan neptu berjumlah 12.
Selanjutnya, transisi menuju bulan Jumadil Awal dalam penanggalan Jawa terjadi pada pertengahan bulan Mei masehi tersebut.
Momen penting lainnya adalah Hari Raya Waisak 2570 BE yang dirayakan pada hari Sabtu Wage, tepatnya tanggal 30 Mei 2026.
Masyarakat biasanya mencermati pertemuan antara neptu hari dan pasaran untuk menghindari hari-hari yang dianggap kurang baik menurut primbon.
Setiap tanggal dalam satu bulan penuh telah dipetakan secara detail agar mempermudah pencarian weton lahir maupun agenda adat.
Rincian ini mencakup identitas setiap hari dari Minggu hingga Sabtu yang selalu beriringan dengan lima elemen pasaran Jawa secara bergantian.