SURABAYA – Surabaya menjadi tuan rumah pameran properti 18 negara yang menargetkan nilai transaksi fantastis mencapai 100 miliar melalui berbagai proyek hunian global.
Ibu kota Jawa Timur kembali mempertegas posisinya sebagai pusat pertumbuhan investasi melalui ajang berskala internasional.
"Kami menargetkan nilai transaksi dapat menembus angka 100 miliar dalam pameran properti 18 negara kali ini," ujar Lo Stefanus, selaku pihak penyelenggara saat ditemui di lokasi acara pada, Rabu (6/5/2026).
Lo Stefanus meyakini bahwa minat masyarakat Surabaya terhadap aset di luar negeri masih sangat tinggi terutama untuk instrumen investasi jangka panjang.
Kehadiran perwakilan dari puluhan negara ini membawa beragam pilihan aset mulai dari apartemen hingga kompleks komersial.
Para pengunjung dapat melihat langsung portofolio bangunan dari negara-negara di kawasan Asia, Eropa, hingga Australia.
Ajang ini menjadi jembatan bagi warga lokal yang ingin memperluas kepemilikan properti mereka ke kancah global.
Pihak panitia telah menyiapkan layanan konsultasi khusus guna memudahkan calon pembeli memahami regulasi kepemilikan di tiap negara.
Antusiasme pengunjung terlihat cukup stabil sejak gerai pameran mulai dibuka untuk umum.
Pertumbuhan ekonomi yang positif di tingkat regional mendukung optimisme tercapainya target angka perdagangan yang telah ditetapkan.
Event ini diharapkan mampu memberikan dampak berkelanjutan bagi iklim bisnis properti nasional secara keseluruhan.