Banjir Kendari: 657 Rumah Terendam dan 2.985 Jiwa Terdampak

Senin, 11 Mei 2026 | 18:50:26 WIB
Ilustrasi banjir (FOTO: NET)

KENDARI - Tercatat sebanyak 2.985 jiwa dan 657 unit rumah di Kota Kendari terdampak bencana banjir sejak Sabtu (9/5/2026) hingga Minggu (10/5/2026).

Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kendari menunjukkan banjir merendam 16 Kelurahan dan 50 hektar lahan persawahan.

Cornelius Padang selaku Kepala Pelaksana BPBD Kota Kendari menyebutkan bahwa petugas lapangan masih melakukan validasi dan pendataan di tujuh kecamatan yang terdampak parah.

“Hingga saat ini, data yang masuk menunjukkan ada tujuh kecamatan yang mengalami dampak langsung. Kami mencatat setidaknya 2.985 jiwa yang rumahnya terendam air. Prioritas kami adalah memastikan keselamatan warga dan menyalurkan bantuan logistik ke titik-titik pengungsian,” ujar Cornelius dalam keterangannya, Minggu (10/5/2026) malam.

Wilayah dengan dampak paling signifikan berada di Kelurahan Lepo-lepo, Kecamatan Baruga, dan Kecamatan Wua-wua.

Warga di Kelurahan Lepo-lepo harus mengungsi ke rumah kerabat maupun tenda darurat milik BPBD dan dinas sosial karena ketinggian air mencapai perut orang dewasa.

Cornelius menambahkan bahwa genangan air di beberapa titik seperti Bundaran Tank, Kelurahan Anduonohu, dan kawasan Tunggala sudah mulai surut.

“Kami terus memantau situasi sampai besok. Semoga kondisi membaik dan intensitas hujan juga mulai berkurang,” ujarnya.

Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, juga telah meninjau langsung lokasi dan menyampaikan permohonan maaf kepada para warga.

"Saya meminta warga tetap tenang, sabar. Mohon maaf yang sebesar-besarnya dari kami pemerintah kota Kendari kepada seluruh warga kota, apabila belum maksimal dalam penanganannya karena ini lintas sektor," ungkap Wali Kota Siska di lokasi banjir.

Siska menegaskan pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan provinsi untuk mencari solusi jangka panjang antisipasi banjir.

Instruksi juga telah diberikan kepada petugas lapangan agar tetap siaga dalam menyalurkan bantuan logistik bagi warga.

Bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi IV Kendari, Wali Kota mengecek tanggul Sungai Wanggu untuk rencana pemasangan klep khusus guna menahan luapan air.

Siska menyebutkan bahwa usulan relokasi bagi warga di sekitar Sungai Wanggu sebelumnya pernah diajukan karena zona tersebut rawan bencana, namun ditolak oleh warga.

Banjir ini dipicu oleh tingginya curah hujan selama tiga hari yang menyebabkan luapan drainase serta sungai ke jalanan dan pemukiman.

Terkini