Menikmati Ikan Asap Khas Blimbingsari, Warisan Kuliner Sejak 1977

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:19:01 WIB
Kuliner Ikan Asap di Desa Patoman, Blimbingsari Banyuwangi (FOTO: NET)

BANYUWANGI - Di kawasan pesisir selatan Banyuwangi, tepatnya di area Pantai Blimbingsari, wangi asap yang berasal dari barisan tungku pembakaran ikan menjadi pertanda hadirnya kuliner khas yang telah eksis selama puluhan tahun.

Para pelancong yang berkunjung ke lokasi ini tidak hanya ingin menikmati suasana pantai, namun juga berburu ikan asap serta ikan bakar dengan cita rasa tradisional yang jarang ditemukan di tempat lain.

Mastia (66) merupakan salah satu penjual paling legendaris di wilayah itu.

Wanita asal Desa Blimbingsari ini sudah berjualan ikan asap semenjak tahun 1977 dan terus memegang teguh resep warisan khas perkampungan nelayan setempat.

Terdapat beragam jenis ikan yang ditawarkan di warung sederhananya, mulai dari ikan ekor merah, banyar, slengseng, hingga kerapu.

Seluruh ikan tersebut diproses dengan metode tradisional yang menjadi kunci kelezatan kuliner di Blimbingsari.

Tahapan memasaknya diawali dengan membakar ikan segar yang baru didapat dari nelayan.

Kala kondisinya sudah setengah matang, ikan diolesi dengan bumbu rahasia lalu dibakar kembali hingga wangi rempah meresap dalam ke daging ikan.

“Bumbu ini resep turun-temurun asli Blimbingsari. Bahannya asem, bawang merah, bawang putih, laos, kemiri, kencur, gula merah, gula putih, cabai besar dan kecil,” kata Mastia.

Kombinasi rasa gurih, manis, pedas, serta aroma asap yang kuat membuat para pembeli terus datang kembali.

Awalnya banyak wisatawan hanya sekadar singgah setelah bermain di Pantai Blimbingsari, namun akhirnya kembali berkunjung karena terpikat rasanya.

Ikan asap Blimbingsari tidak hanya disukai masyarakat lokal, tapi juga telah dipesan hingga ke luar wilayah seperti Blitar, Yogyakarta, hingga Sumatera.

Proses pemesanan biasanya dilakukan melalui telepon atau WhatsApp, kemudian paket dikirimkan lewat moda transportasi kereta api atau bus antarkota.

“Kalau kirim luar kota bisa 50 sampai 150 tusuk sekali pesan. Ada yang lewat kereta, ada yang dititipkan bus. Alhamdulillah aman sampai tiga hari,” ujar Mastia.

Tarif yang dipatok pun tergolong murah.

Ikan bakar dijual dengan harga Rp15.000 hingga Rp25.000 mengikuti ukuran, sementara pepes ikan dihargai sekitar Rp5.000 tiap bungkusnya.

Penjual lain bernama Ulin (45) menjelaskan bahwa ada sekitar 15 UMKM ikan bakar di Dusun Krajan, Desa Blimbingsari.

Dia berpendapat bahwa geliat pariwisata di Pantai Blimbingsari ikut membantu meningkatkan taraf ekonomi penduduk pesisir.

“Wisatawan banyak yang pulang dari pantai mampir beli ikan bakar. Kalau sudah pernah ke sini biasanya balik lagi karena bumbunya khas,” terangnya.

Dia memaparkan keunikan ikan bakar Blimbingsari ada pada pemakaian bumbu alami tanpa tambahan saus modern, sehingga rasa asli ikan tetap terasa kuat namun kaya akan rempah.

Penjualan biasanya melonjak drastis saat akhir pekan atau masa liburan.

Bahkan pesanan dalam partai besar seringkali datang dari luar kota.

“Kalau akhir pekan omzet bisa naik sampai Rp500.000 bahkan lebih. Terakhir ada pesanan dari Surabaya sampai 80 tusuk,” ujarnya.

Sajian ikan bakar dan ikan asap Blimbingsari ini turut menarik perhatian Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani.

Ketika menghadiri kegiatan Bupati Ngantor di Desa (Bunga Desa) di Kecamatan Blimbingsari, Ipuk menyempatkan diri untuk mencicipi hidangan khas tersebut.

“Kuliner khas seperti ini menjadi kekuatan wisata Banyuwangi. Orang datang tidak hanya menikmati pantai, tetapi juga mencari pengalaman kuliner otentik yang tidak ditemukan di daerah lain,” kata Ipuk.

Menurut dia, wisata kuliner di wilayah pesisir punya potensi besar untuk dikembangkan lantaran bisa menggerakkan ekonomi warga sekaligus menguatkan identitas wisata di Banyuwangi.

Berbekal rasa tradisional yang tetap dipertahankan sejak puluhan tahun silam, kini ikan asap Blimbingsari bukan hanya sekadar santapan pesisir, namun bagian dari pengalaman berwisata yang selalu dinanti para turis saat ke Banyuwangi.

Terkini