JAKARTA - Bentrokan antarsuku yang pecah di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, berlangsung mencekam sampai menimbulkan korban jiwa.
Tercatat sebanyak 13 orang meninggal dunia dalam tragedi berdarah tersebut.
"Berdasarkan data update terbaru korban perang suku yang meninggal dunia 13 orang," kata Kasi Humas Polres Jayawijaya, Ipda Efendi Al Husaini, Senin (18/5/2026).
Di samping itu, sebanyak 19 orang dikabarkan menderita luka-luka, di mana tiga individu di antaranya mendapatkan luka yang cukup parah.
Puluhan korban yang terluka hingga kini masih mendapatkan penanganan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wamena.
"Korban luka berat berjumlah tiga orang. Sementara luka ringan berjumlah 16 orang," katanya.
Aparat kepolisian sampai saat ini masih mendata total bangunan yang mengalami kerusakan maupun yang dihanguskan saat bentrokan berlangsung.
Kendati demikian, ratusan penduduk dikabarkan telah meninggalkan kediaman mereka untuk mengungsi.
Seperti diketahui, pertikaian kali ini mempertemukan kelompok dari Suku Pirime (Lanny) dengan Suku Kurima (Woma) yang saling menyerang menggunakan senjata tajam serta anak panah.
Saling serang tersebut mulanya pecah di wilayah Distrik Woma, Jayawijaya pada hari Kamis (14/5/2026).
Akan tetapi, area konflik meluas ke beberapa titik lokasi di wilayah Jayawijaya hingga hari Jumat (15/5/2026).