Polri Targetkan Bangun 28 Gudang untuk Dukung Ketahanan Pangan

Senin, 18 Mei 2026 | 15:29:40 WIB
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama Presiden Prabowo Subianto.(Sumber:NET)

JAKARTA - Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan bahwa pihak kepolisian bakal menyediakan 28 gudang ketahanan pangan di berbagai daerah di Indonesia guna memaksimalkan hasil panen.

Sampai saat ini, pihak kepolisian telah membangun 18 gudang penyimpanan menggunakan lahan kepunyaan Polri yang tersebar pada 12 provinsi.

 Tindakan ini dilakukan lewat kerja sama dengan Perum Bulog untuk mengantisipasi kemungkinan melesatnya volume hasil panen warga.

"Dilaksanakan groundbreaking secara serentak pembangunan 10 gudang ketahanan pangan, sehingga total gudang ketahanan pangan Polri nantinya akan mencapai 28 unit," kata Sigit dalam keterangan yang diterima di Jakarta.

Pernyataan itu diutarakan secara langsung di hadapan Presiden Prabowo Subianto ketika menghadiri kegiatan panen raya jagung serentak kuartal II, groundbreaking 10 gudang ketahanan Polri, serta peresmian operasional 166 SPPG Polri di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Sabtu.

 Ia membenarkan bahwa peletakan batu pertama terhadap pembangunan 10 gudang ketahanan Polri itu dipimpin secara langsung oleh Presiden Prabowo.

Sarana penyimpanan itu didesain mempunyai daya tampung masing-masing sebanyak 1.000 ton. Tidak cuma itu, ada juga satu unit gudang berkapasitas 10.000 ton yang ditargetkan selesai pada Juni 2026. 

Ia memastikan bahwa pembuatan gudang-gudang ini bertujuan melebarkan kapasitas tampung demi menjaga kestabilan pasokan pangan pada tiap daerah. 

Bukan hanya jagung, komoditas pangan lainnya semisal beras serta hasil bumi lainnya pun bakal ditampung pada sarana tersebut.

"Polri berkomitmen untuk terus mendukung dan mewujudkan ekosistem pertanian jagung secara menyeluruh, mulai dari hulu sampai dengan hilir, meliputi penyiapan lahan, penyediaan bibit, penanaman, perawatan, hingga memastikan penyerapan hasil panen," kata dia.

Halaman :

Terkini