Lima Penyelam Tewas di Gua Bawah Laut Maladewa yang Ekstrem

Selasa, 19 Mei 2026 | 11:00:41 WIB
Ilustrasi Maladewa. (Sumber: NET)

MALADEWA - Kabar duka datang dari Maladewa.

Sebanyak lima penyelam asal Italia, termasuk di antaranya profesor ekologi laut, peneliti, dan instruktur berpengalaman, dinyatakan tewas saat mengeksplorasi sistem gua bawah laut.

Insiden maut itu terjadi di situs menyelam populer dekat Alimathaa, Vaavu Atoll, sebuah rangkaian pulau di wilayah tengah Maladewa.

Korban tewas itu adalah seorang profesor Madya Ekologi di Universitas Genoa Monica Montefalcone (52), putri Monica Giorgia Sommacal (20), ahli biologi laut Federico Gualtieri, peneliti laut Muriel Oddenino, dan instruktur penyelaman Gianluca Benedetti.

Jasad Gianluca ditemukan di dekat pintu masuk gua sesaat setelah kelompok tersebut dilaporkan hilang pada Kamis (14/5/2026) siang lalu di tengah kondisi cuaca buruk.

Sementara itu, empat jenazah lainnya diyakini masih terjebak jauh di dalam sistem gua bawah laut pada kedalaman 50 meter atau 164 kaki.

Dengan pengalaman panjang para korban menyelam dan mereka pun merupakan penyelam ahli, para pakar menduga ada faktor teknis ekstrem yang terjadi secara bersamaan di bawah air.

Dr.

Claudio Micheletto, direktur Pulmonologi dari Rumah Sakit Universitas Verona, menilai kematian massal dalam satu momen menjadi indikasi kuat ada masalah pada isi tabung.

"Ini bukan masalah kedalaman, melainkan apa yang mereka hirup. Kemungkinan ada kesalahan pada campuran gas di dalam tabung. Kondisi itu tidak bisa disadari langsung oleh penyelam saat di dalam air," kata Claudio kepada Adnkronos, seperti dilansir Fox News, Selasa (19/5/2026).

Sementara itu, Alfonso Bolognini, presiden Komunitas Medis Hiperbarik Italia, menambahkan bahwa campuran gas yang tidak memadai bisa memicu krisis hiperoksia (keracunan oksigen).

Bolognini juga menekankan bahwa di kedalaman 50 meter di dalam gua sempit, serangan panik pada satu penyelam saja bisa memicu efek domino yang berujung pada kesalahan fatal bagi seluruh kelompok.

Sistem gua bawah laut Vaavu Atoll dikenal sangat ekstrem.

Juru bicara kepresidenan Maladewa, Mohamed Hussain Shareef mengatakan bahwa gua itu sangat dalam dan berbahaya.

Dia juga bilang bahkan penyelam dengan peralatan terbaik di dunia pun biasanya memilih untuk tidak mendekatinya.

Keganasan medan terbukti saat operasi evakuasi terpaksa dihentikan pada Sabtu (16/5) setelah seorang penyelam militer Maladewa, Mohamed Mahdi, meninggal dunia dalam tugas.

Anggota Maldivian National Defense Force tersebut meninggal dunia akibat penyakit dekompresi (decompression sickness) yang parah saat mencoba menembus gua.

Kementerian Luar Negeri Italia menjelaskan bahwa kompleks gua tersebut terdiri dari tiga ruang besar yang dihubungkan oleh celah-celah yang sangat sempit.

Tim penyelamat baru berhasil menyisir dua ruangan sebelum akhirnya menghentikan misi karena risiko dekompresi yang terlalu tinggi bagi para penyelam lokal.

Saat ini, otoritas Maladewa tengah menunggu kedatangan tiga spesialis penyelam gua asal Finlandia untuk merancang ulang strategi evakuasi empat jenazah yang masih terperangkap di kegelapan bawah laut.

Terkini