BSI Libatkan Ratusan UMKM Produksi Batik Haji

Selasa, 19 Mei 2026 | 13:12:33 WIB
Foto: PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI)

Jakarta, 19 Mei 2026 — Pembuatan batik haji untuk jemaah haji Indonesia tahun 1447 Hijriah melibatkan ratusan pelaku UMKM pengrajin batik lokal, yang mayoritas berasal dari Pekalongan, Jawa Tengah. Keterlibatan para pengrajin ini tidak hanya mendukung produksi seragam resmi jemaah haji Indonesia, tetapi juga memberikan multiplier effect terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat dan keberlangsungan industri batik nasional.

Hal tersebut disampaikan oleh Ahmat Failasuf, pengusaha batik pesisir yang tahun ini mendapat amanah untuk memproduksi batik haji Indonesia. Ia mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas kepercayaan yang diberikan pemerintah kepada para pengrajin batik lokal.

“Kami bersyukur dan bangga mendapatkan kepercayaan dari Pemerintah dan Bank Syariah Indonesia untuk membuat batik haji sebagai seragam resmi yang digunakan jemaah haji Indonesia saat beribadah di Mekkah dan Madinah. Ini merupakan tanggung jawab besar bagi kami untuk melayani para jamaah,” ujar Ahmat.

Ia menambahkan, pengalaman selama hampir tiga dekade di industri batik menjadi modal penting dalam menjalankan amanah tersebut. “Sudah 29 tahun kami berkecimpung di dunia batik. Insyaallah kami siap menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya,” tambahnya.

"Keterlibatan UMKM dalam produksi batik haji ini juga sejalan dengan komitmen Melayani Sepenuh Hati dan kolaborasi berbagai pihak dalam mendorong pelaku usaha kecil agar terus berkembang dan naik kelas, termasuk dukungan dari Bank Syariah Indonesia (BSI). BSI secara konsisten memberikan dukungan kepada UMKM melalui berbagai program, mulai dari pendampingan usaha, peningkatan kapasitas bisnis, pelatihan kewirausahaan, fasilitasi sertifikasi halal, hingga membuka peluang business matching di tingkat internasional", ujar Direktur Retail Banking BSI Kemas Erwan Husainy.  

Komitmen tersebut tercermin dari pembiayaan UMKM BSI yang hingga Maret 2026 mencapai Rp53,37 Triliun.

Dengan kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri batik, dan sektor perbankan syariah, diharapkan UMKM Indonesia semakin berdaya saing dan mampu menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi nasional, sekaligus membawa warisan budaya batik Indonesia semakin dikenal di dunia internasional.

BSI juga terus memperkuat ekosistem pendukung UMKM melalui berbagai inisiatif strategis, mulai dari pendampingan usaha, pelatihan, business matching, hingga penyediaan layanan BSI UMKM Center, serta juga pendampingan sertifikasi halal bagi UMKM binaan. Upaya ini bertujuan untuk mendorong UMKM naik kelas dan meningkatkan daya saing di pasar domestik maupun global.

Ke depan, BSI akan terus memperkuat dukungan terhadap program Asta Cita Pemerintah, khususnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui pembiayaan segmen ritel.

Terkini