Tragedi Gunung Monrolo: 5 Pendaki Tersambar Petir, 1 Meninggal Dunia

Senin, 25 Mei 2026 | 11:39:01 WIB
Tim SAR Gabungan mengevakuasi jenazah seorang pendaki yang tersambar pertir di puncak Gunung Monrolo, Bonto Manurung, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. (Sumber: NET)

MAKASSAR - Sebanyak lima orang pendaki tersambar petir dengan satu orang di antaranya dilaporkan meninggal dunia ketika berada di puncak Gunung Monrolo, Bonto Manurung, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

"Empat orang dinyatakan selamat, sementara satu orang meninggal dunia atas nama Fauzan umur 25 tahun, warga Desa Bonto Tallasa, Kecamatan Simbang, Maros," kata Kepala Basarnas Kelas A Makassar Muhammad Arif Anwar, Senin.

Insiden tersebut diperkirakan berlangsung pada Minggu (24/5/2026) pukul 17.20 WITA.

Sore itu lima pendaki tersebut berupaya menuju puncak gunung, tetapi kondisi cuaca mendadak berubah ekstrem.

Kendati diguyur hujan lebat sewaktu menapakkan kaki di puncak gunung setempat beberapa saat, para korban tetap melakukan dokumentasi foto di puncak gunung, nahas petir seketika menyambar serta mengenai mereka.

Kabar mengenai insiden baru didapatkan Basarnas Makassar sekitar pukul 20.28 WITA.

Keterangan menyebutkan adanya sekelompok pendaki yang terkena sambaran petir sewaktu berada di puncak gunung.

Berikutnya Basarnas Makassar bersama tim SAR gabungan bersiap mengadakan evakuasi, termasuk seorang pendaki yang wafat tersambar petir itu di Puncak Gunung Monrolo.

Tim secepatnya diterjunkan ke area dan sampai di kaki gunung sekitar pukul 23.30 WITA.

Sebanyak 22 personel SAR gabungan dari Basarnas, Damkar Maros, BPBD Maros, SAR Universitas Hasanuddin (Unhas), Saukang Explore, TRC Teman Berlibur Indonesia, PMI Maros, Potensi SAR, serta masyarakat setempat.

Tim segera melangsungkan pendakian malam untuk tahapan evakuasi, kata dia, walaupun situasi medan menjadi rintangan tersendiri bagi tim di lapangan dan pada akhirnya berhasil menjangkau posisi korban di puncak pada pukul 05.50 WITA.

Gunung Monrolo mempunyai ketinggian berkisar 1.109 meter di atas permukaan laut (mdpl) dikenal mempunyai kontur batuan yang terjal serta curam.

Gunung ini menjadi salah satu lokasi favorit bagi kalangan pendaki.

?"Gunungnya terjal dan berbatu. Ada beberapa titik yang mengharuskan tim menggunakan tali karena medan yang sangat curam. Kendala teknis ini membuat tim membutuhkan waktu ekstra dalam proses evakuasi," ucap Arif.

Demi mempercepat jalannya evakuasi, tim gabungan kedua berkekuatan 20 personel kembali dilepas pada Senin (25/5/2026) pagi pukul 08.00 WITA.

Usai melewati proses evakuasi selama kurang lebih 3 jam 30 menit.

Jasad korban berhasil dibawa turun ke kaki gunung pada pukul 09.20 WITA dan seketika dievakuasi ke Puskesmas Tompobulu memakai ambulans.

Terkini