JAKARTA - Pelatih kepala Timnas Indonesia, John Herdman, menyatakan ambisinya untuk terus mempertahankan tren kemenangan skuad Garuda setelah meraih hasil impresif pada ajang FIFA Matchday bulan ini.
Kemenangan berturut-turut atas Oman dan Mozambik dianggap sebagai modal penting untuk menghadapi agenda-agenda besar tim di masa mendatang.
Hasil positif tersebut dipastikan melalui keunggulan 1-0 atas Mozambik berkat gol dari Ole Romeny di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Selasa malam WIB.
Keberhasilan ini diraih hanya berselang empat hari setelah John Herdman berhasil meracik strategi yang membawa timnya menumbangkan Oman dengan skor meyakinkan 3-0.
"Untuk perkembangan tim, kami selalu berbicara tentang momentum. Dua kemenangan beruntun ini sangat penting," kata Herdman dalam jumpa pers setelah pertandingan di SUGBK, Selasa.
Catatan dua kemenangan beruntun ini menjadi angin segar bagi pencinta sepak bola di tanah air.
Pasalnya, skuad Garuda terakhir kali mencatatkan pencapaian serupa pada Maret 2024 di putaran kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Saat itu, di bawah arahan Shin Tae-yong, Indonesia sukses dua kali mengalahkan Vietnam dengan skor 1-0 dan 3-0.
Jauh sebelum momen tersebut, rekor yang sama juga pernah diukir saat menumbangkan Brunei Darussalam pada Oktober 2023.
"Kami belum pernah melakukannya sejak 2024, apalagi menang beruntun atas tim yang memiliki peringkat lebih tinggi," ucap Herdman.
"Sekarang kami memiliki momentum. Tantangan berikutnya adalah menjaga tren positif ini hingga September dan Oktober. Itulah standar yang ingin kami bangun," tambah dia.
Meskipun menguasai jalannya laga hingga 60 persen dengan melepaskan 15 tembakan (tiga tepat sasaran), pelatih tetap melihat adanya ruang untuk evaluasi, terutama mengenai ketajaman di lini depan.
Ia agak menyayangkan karena timnya tidak bisa mencetak lebih banyak gol walaupun memperoleh banyak peluang emas.
Meski begitu, sang juru taktik tetap memberikan apresiasi kepada barisan pertahanannya yang tampil disiplin dalam meredam serangan balik cepat dari lawan asal benua Afrika tersebut, sehingga tidak terbawa arus permainan lawan.
"Saat menghadapi tim-tim Afrika, pertandingan berjalan cukup kacau. Jika Anda ikut larut dalam kekacauan itu, mereka akan menguasai permainan," kata John Hedman.
"Tetapi saya senang melihat ketangguhan tim ketika diuji dalam beberapa periode pertandingan dan harus berjuang keras untuk mempertahankan keunggulan. Kami membutuhkan ujian seperti itu," sambungnya.
Menjalani jeda internasional di bulan Juni diakui memberikan tantangan yang tidak mudah.
Kondisi kebugaran para pemain yang baru saja menyelesaikan musim kompetisi yang panjang bersama klub masing-masing menjadi hambatan tersendiri.
Walau demikian, skuad Merah Putih berhasil menunjukkan semangat juang yang tinggi di lapangan.
"Kami memperkirakan Mozambik akan datang sebagai tim yang terluka dan bermain dengan semangat besar, dan memang itu yang terjadi," tegas Herdman.
"Namun untuk sebagian besar pertandingan, para pemain kita mampu mengendalikan permainan dan menunjukkan kualitas mereka."
Sang pelatih juga memberikan pujian khusus kepada beberapa pemain pilar, mulai dari Ole Romeny, Ragnar Oratmangoen, hingga Marselino Ferdinan.
Apresiasi juga diberikan atas performa solid Elkan Baggott di sektor belakang yang menggantikan posisi Jay Idzes, serta peran krusial Joey Pelupessy sebagai penyeimbang di lini tengah.
Menutup evaluasinya, pelatih mengingatkan seluruh komponen tim agar tidak cepat merasa puas dan diminta untuk langsung mengalihkan fokus pada persiapan laga berikutnya.
"Jadi saya pikir kami bisa bangga dengan pekerjaan yang telah kami lakukan dalam dua pertandingan terakhir ini."
"Kami akan tetap rendah hati dan kembali bekerja pada bulan September. Akan ada jeda internasional yang besar saat itu," tutup John Herdman.