Bos Toyota Akio Toyoda Merasa Sendirian Pertahankan Mesin Konvensional

Kamis, 11 Juni 2026 | 16:17:44 WIB
Ketua Dewan Direksi Toyota Motor Corporation Akio Toyoda mengenalkan subjenama baru di bawah TMC, Century, dalam ajang Japan Mobility Show 2025 di Tokyo Big Sight. (Sumber: NET)

JAKARTA - Pemimpin Dewan Direksi Toyota Motor Corporation Akio Toyoda memaparkan kekhawatiran utamanya mengenai masa depan sektor industri otomotif saat diwawancarai oleh pengamat otomotif Mat Watson dalam tayangan CarWow asal Inggris.

"Semua orang beralih ke BEV, ini adalah ketakutan terbesar saya," katanya sebagaimana dikutip dalam siaran CarWow pada Senin (8/10).

Kendaraan listrik berbasis baterai atau Battery Electric Vehicle (BEV) ialah rumpun mobil elektrik yang bertumpu pada daya baterai seutuhnya sebagai sumber energi penggerak tunggal.

"Tiga atau empat tahun yang lalu, saya adalah satu-satunya yang mengatakan kepada media bahwa saya menyukai aroma, saya menyukai suara, dan saya menyukai mesin, dan saya ingin mempertahankan pekerjaan bagi pemasok mesin," kata Toyoda.

"Tetapi, tampaknya saya adalah satu-satunya. Saya merasa sangat sendirian," kata pencinta mobil itu.

Toyoda memberikan penjelasan bahwa menciptakan kendaraan ramah lingkungan yang nihil emisi karbon dan menghasilkan profit finansial memang merupakan sebuah kewajiban, akan tetapi perkara tersebut tidak membakar gairahnya secara personal.

"Mobil adalah mainan saya. Saya ingin membuat mobil yang ingin saya simpan di garasi saya. Kalau saya harus membuat mobil netral karbon saja, itu tidak menarik," katanya.

Berbeda dengan langkah para pesaingnya, raksasa industri otomotif Toyota terpantau belum terlalu jorjoran dalam menggelontorkan lini produk kendaraan bertenaga listrik murni ke sektor pasaran.

Hingga kisaran kurun setahun lalu, Toyota terdata cuma memasarkan model bZ4X, sebelum pada akhirnya meluncurkan Urban Cruiser dan bZ4X Touring sebagai pilihan yang sifatnya terbatas baru-baru ini.

Di samping mematangkan kesiapan teknologi mobil listrik, produsen asal Negeri Sakura ini gencar menanamkan modal investasi untuk meneliti kendaraan hibrida, fuel cell electric vehicle (FCEV), serta mesin berbahan bakar hidrogen.

Pihak manajemen Toyota sangat memahami bahwa ke depan mereka diwajibkan merakit lebih banyak variasi kendaraan ramah lingkungan, termasuk di dalamnya armada mobil listrik.

Mengacu pada himpunan data terkini yang dirilis Carscoops pada Rabu, suksesor dari GR Yaris diprediksi bakal bertransformasi menjadi mobil hibrida berspesifikasi tenaga besar yang mengombinasikan mesin baru 2.0 liter empat silinder turbo dengan motor listrik serta sokongan baterai kompak.

Toyota pun kedapatan tetap merakit mobil sport dengan bahan bakar bensin konvensional di tengah regulasi batas emisi gas buang yang kian mempersempit ruang gerak industri.

Pabrikan kawakan ini memperkenalkan varian GR GT teranyar yang dibekali mesin V8 twin-turbo 4.0 liter murni tanpa kombinasi daya listrik, sekaligus bersiap menetaskan lini mobil sport ekonomis layaknya penerus MR2 serta menghidupkan kembali nama besar Celica.

Terkini