Aktivis Desak Program Makan Bergizi Gratis Dihentikan Sementara

Jumat, 12 Juni 2026 | 13:11:12 WIB
Aktivis Usul Program Makan Bergizi Gratis (FOTO: NET)

JAKARTA - Peneliti Transparency International Indonesia (TII), Agus Sarwono, mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Sejumlah aktivis dari organisasi seperti Pusat Kajian Ekonomi Celios, LBH Jakarta, Suara Ibu Peduli, Ibu Berisik, dan lembaga lainnya yang tergabung dalam Koalisi MBG Watch menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor pusat BGN pada Rabu (10/6/2026).

"Penekankan kami tentu tegas. Setop, moratorium dulu. Berhenti dulu, jeda sejenak, perbaiki tata kelolanya," kata Agus kepada wartawan di sela-sela aksi.

Agus menilai bahwa penghentian sementara ini dapat memberikan waktu bagi Kepala BGN yang baru, Nanik S Deyang, untuk membenahi program MBG secara menyeluruh.

"Biar mereka fokus, jeda 30 hari, stop dulu selama 30 hari. Perbaiki tata kelolanya, segmented penerima manfaatnya, targetkan ke daerah 3 T (Terdepan, Terluar, Tertinggal), bikin dapur-dapur di sekitar sekolah atau setidaknya libatkan kantin sekolah," jelas Agus.

Sebelumnya, massa dari berbagai elemen masyarakat mendatangi kantor BGN untuk menyampaikan kritik tajam terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai gagal total akibat munculnya kasus keracunan massal hingga indikasi korupsi.

Dalam aksi protes tersebut, massa membawa berbagai peralatan dapur seperti panci dan ompreng MBG, serta melakukan aksi teatrikal dengan menyegel kantor BGN menggunakan tali kuning hitam sebagai simbol bahwa operasionalnya harus dihentikan.

Aksi unjuk rasa ini menarik perhatian para pengguna jalan yang sedang mengantre di lampu merah, bahkan sebagian pengendara yang setuju dengan protes tersebut ikut membunyikan klakson kendaraan mereka.

Terkini