Tiga Bulan, Jumlah Jamaah Umrah di Arab Saudi Tembus 11,2 Juta

Senin, 15 Juni 2026 | 13:26:21 WIB
Ilustrasi Masjidil Haram atau Great Mosque of Mecca. (FOTO:NET)

JAKARTA - Akumulasi jumlah jamaah umrah di kawasan Arab Saudi menyentuh grafik yang sangat fantastis sepanjang kuartal keempat pada tahun 2025 yang lalu.

Pihak Otoritas Umum Statistik Arab Saudi (GASTAT) mengeluarkan catatan bahwa ada lebih dari 11,2 juta jamaah yang melangsungkan ibadah umrah dalam kurun waktu periode Oktober hingga Desember 2025.

Merujuk pada laporan data statistik paling mutakhir dari GASTAT, jumlah keseluruhan jamaah umrah pada kuartal IV 2025 tersebut menyentuh angka 11.291.326 jiwa.

Dari total kuota tersebut, sebanyak 5.701.525 jamaah murni berdatangan dari luar wilayah Arab Saudi, sementara untuk 5.589.801 jamaah lainnya berstatus sebagai penduduk yang melangsungkan ibadah umrah dari dalam lingkungan Kerajaan.

Paparan data tersebut memperlihatkan tingginya tingkat antusiasme dari umat Islam di kancah dunia untuk mendatangi Tanah Suci, yang berjalan selaras dengan langkah peningkatan kapasitas pelayanan beserta kemudahan akses transportasi yang disuguhkan oleh pihak pemerintah Arab Saudi.

Bila ditinjau dari variabel gender, kelompok jamaah laki-laki tampak mendominasi dengan capaian jumlah berkisar 6,4 juta orang atau setara 56,8 persen, sedangkan untuk kelompok jamaah perempuan berada di angka 4,9 juta orang atau menyentuh 43,2 persen.

Uniknya, pada lingkaran jamaah berskala internasional, kaum perempuan justru mencatatkan jumlah yang jauh lebih melimpah bila dibandingkan dengan kaum laki-laki.

Kelompok jamaah perempuan terdata berhasil menyentuh kisaran 53 persen dari total volume kedatangan dari luar negeri.

Sementara itu, bagi kalangan jamaah yang bersumber dari dalam internal Arab Saudi, sebanyak 53,2 persen di antaranya merupakan kelompok warga non-Saudi dan sisa 46,8 persen merupakan warga negara asli Saudi.

Tercatat hanya ada sekitar 2,9 persen jamaah saja yang melaksanakan ibadah umrah dengan frekuensi lebih dari satu kali sepanjang periode bulan tersebut.

Secara pemetaan regional, kawasan Wilayah Makkah bertransformasi menjadi daerah penyumbang jumlah jamaah domestik yang paling besar, yaitu menyentuh 2.002.701 jiwa.

Untuk urutan peringkat berikutnya ditempati oleh kawasan Wilayah Riyadh yang menyumbang sebanyak 1.146.451 jamaah.

Pergerakan aktivitas umrah tersebut juga memperlihatkan adanya tren pergeseran yang tidak seragam pada tiap bulannya.

Bagi kelompok jamaah internasional, bulan Desember 2025 mencatatkan diri sebagai waktu yang paling padat dengan adanya 2.142.252 jamaah yang mendarat dari luar negeri.

Sedangkan bagi kelompok jamaah domestik, titik puncak pergerakan aktivitas berlangsung pada bulan November 2025, yang mana di kala itu ada sejumlah 2.059.838 orang yang menunaikan ibadah umrah.

Rangkuman laporan dari GASTAT pun ikut menyingkap variabel bahwa moda transportasi udara masih memegang peranan sebagai opsi utama bagi para jamaah internasional.

Tercatat sebanyak 4.976.861 jamaah atau bagian mayoritas dari pelancong luar negeri tiba di kawasan Arab Saudi dengan memanfaatkan jalur udara.

Dari segi klasifikasi usia, kelompok umur berkapasitas 55 hingga 64 tahun terpantau mendominasi ceruk jamaah internasional dengan besaran porsi menyentuh 18,9 persen.

Sementara itu, untuk kelompok jamaah domestik dengan jumlah paling banyak disumbang oleh kelompok usia berkisar 25 hingga 34 tahun, yang sanggup mencapai angka 26,6 persen.

Di samping menunaikan rangkaian ibadah umrah di kota Makkah, jutaan jamaah terpantau ikut mendayagunakan kesempatan yang ada untuk melakukan agenda ziarah serta beribadah di kota Madinah.

Sepanjang bergulirnya kuartal keempat di tahun 2025, terdata ada sebanyak 5.722.584 orang yang berkunjung ke wilayah Madinah.

Dari jumlah keseluruhan tersebut, sebanyak 3.846.284 pengunjung merupakan pelancong yang berasal dari luar Arab Saudi.

Geliat angka ini mengindikasikan bahwa kota Madinah tetap memegang posisi sebagai destinasi andalan bagi para jamaah umrah pasca-merampungkan seluruh esensi ibadah di Makkah, sekaligus memperkokoh kedudukan dari kedua kota suci umat Islam tersebut sebagai poros pergerakan masyarakat Muslim di dunia.

Terkini